Jannik Sinner Mundur dari US Open 2026 Akibat Cedera Lutut
Jannik Sinner memutuskan untuk mundur dari turnamen US Open 2026 karena cedera lutut kanan yang belum pulih sepenuhnya, keputusan ini diumumkan setelah sesi latihan di Monte Carlo pada 22 Agustus 2026.
Masalah lutut kanan mulai muncul setelah Wimbledon dan memaksanya melewatkan dua turnamen Masters 1000 di Montreal dan Cincinnati. Dalam musim ini, Sinner sudah mencatatkan 43 kemenangan dan hanya 3 kekalahan, dengan prestasi antara lain merebut gelar Wimbledon dan lima gelar Masters 1000 berturut-turut.
Keputusan mundur ini diambil meskipun Sinner berharap bisa tampil maksimal di musim lanjutan, terutama saat memasuki fase indoor yang menjadi kekuatannya selama tiga tahun terakhir.
Dokter spesialis rehabilitasi olahraga, Profesor Melegati di Milano, menangani cedera Sinner sejak awal Agustus. Sinner menjalani terapi fisioterapi dan terapi gelombang kejut antara Monte Carlo dan Torino, namun lututnya masih terasa tidak stabil untuk melakukan pergerakan cepat dan menghindari risiko cedera lebih parah di permukaan keras lapangan tenis.
Video latihan intensif yang diunggah Sinner pada 30 Juli menunjukkan bahwa cedera lutut baru muncul setelah periode tersebut, membantah anggapan cedera sudah terjadi sejak Wimbledon.
"Kembali bekerja," tulis Sinner pada video tersebut, memperlihatkan latihan ketat yang dilakukan sebelum rasa sakit mulai muncul dan menghambat persiapannya.
Menurut sumber dari today.it, keputusan Sinner untuk mundur dari US Open juga dipandang sebagai langkah konservatif untuk melindungi karier jangka panjangnya, mengingat contoh pemain lain seperti Pete Sampras dan Rafael Nadal yang pernah melewatkan beberapa turnamen besar saat usia muda namun tetap mencapai kesuksesan besar.
Rafael Nadal, yang mengalami cedera serius selama kariernya, pernah mengatakan bahwa ada garis tipis antara keputusan tepat dan salah dalam mengelola rasa sakit dan pengobatan, yang pada akhirnya mempengaruhi jumlah gelar besar yang diraihnya.
Dengan kalender tenis yang semakin padat, para pemain top mulai mengurangi beban kompetisi demi menjaga kondisi fisik dan umur karier mereka, yang menjadi tantangan bagi pihak penyelenggara turnamen untuk menjaga keberlanjutan olahraga ini.
Jannik Sinner menargetkan untuk kembali bertanding pada turnamen di Asia, dengan China Open di Beijing sebagai kemungkinan awal kembalinya ke lapangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow