Sahabat Ungkap Perjuangan Ahmad Zaki Mendidik Relawan Gempa Flores
Sahabat dekat pendiri Yayasan Gerak Bareng Ahmad Zaki mengenang almarhum sebagai sosok pendidik yang memiliki jiwa kemanusiaan tinggi dalam membimbing para relawan penanganan bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Pendamping kepulangan jenazah Zaki dari Labuan Bajo menuju Jakarta pada Sabtu (22/8/2026), Andri Kurniawan (45), menyampaikan bahwa dirinya telah mengenal almarhum sejak tahun 2018 dalam berbagai aksi sosial. Andri menganggap Zaki bukan sekadar rekan kerja, melainkan figur teladan yang secara konsisten menanamkan kepedulian sosial dan menginspirasi banyak pihak untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.
"Memang orangnya punya jiwa kemanusiaan yang kuat sekali. Saya salah satu orang terdekat di dunia kemanusiaan dengan beliau. Bisa dikatakan beliau adalah guru kami," kata Andri kepada Kompas.com, Sabtu (22/8/2026).
Selain aktif mengajak rekan-rekannya berpartisipasi dalam misi bantuan sosial, pria kelahiran Jakarta pada 21 November 1984 tersebut dikenal ramah dan kerap mengulurkan bantuan secara personal kepada keluarga maupun kerabat dekatnya. Rekam jejak Zaki juga tercatat kuat dalam pengelolaan organisasi serta memiliki unit usaha warung makan Dapur Bang Jeck yang berlokasi di Bogor untuk mendukung aktivitas kesehariannya.
"Dia sudah mulai membangun organisasi yang bagus, yang keren, yang memberikan dampak besar kepada masyarakat. Kemudian, secara koordinasi dan segala macam konsolidasi memang dia ahli komunikasi lah," terang Andri. Aktivitas kemanusiaan Zaki di Flores bermula sejak Sabtu (15/8/2026) bersama tim relawan yang menjadikan Masjid Nurul Huda di Kampung Reo sebagai pusat koordinasi logistik.
Tragedi terjadi pada Jumat ketika Zaki mengemudikan kendaraan berisi bantuan menuju lokasi pengungsian korban gempa sebelum akhirnya mendadak hilang kesadaran di tengah perjalanan. "Korban yang mengendarai kendaraan," kata Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, Jumat. Zaki sempat menghentikan kendaraannya untuk meminta bantuan melepaskan pelindung kepala dan jaket, namun penanganan medis di posko terdekat kemudian menyatakan almarhum telah meninggal dunia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow