Spanyol Hadapi Portugal pada Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Spanyol bersiap menghadapi Portugal dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 21.00 waktu setempat. Laga krusial dua tim kandidat juara ini mempertemukan rivalitas sengit Semenanjung Iberia demi memperebutkan tiket ke babak perempat final.

Spanyol melaju setelah menang telak 3-0 atas Austria lewat dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro, sementara Portugal lolos sebagai runner-up grup setelah mengalahkan Kroasia 2-1 di laga terakhir. Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan persaingan ketat dengan total 41 pertandingan, di mana Spanyol menang 18 kali, Portugal 7 kali, dan 16 laga berakhir imbang.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menurunkan susunan pemain yang sama seperti laga sebelumnya, termasuk menempatkan Oyarzabal di lini depan. Namun, Oyarzabal sempat menyia-nyiakan peluang emas pada menit ke-9 ketika tendangannya melebar saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Portugal, Diogo Costa.

Mantan pemain tim nasional Prancis, Thierry Henry, memberikan kritik tajam terhadap kegagalan penyerang Real Sociedad tersebut dalam memanfaatkan peluang di awal laga.

"A este nivel, esos momentos lo definen todo. Oyarzabal ha sido uno de los finalizadores más fiables de España durante todo este torneo, así que esperas que entierre esa oportunidad" kata Thierry Henry, mantan pemain tim nasional Prancis.

Henry menilai Oyarzabal terlalu terburu-buru dalam mengeksekusi bola di depan gawang.

"In cambio, se apresuró. Los grandes delanteros se mantienen tranquilos cuando todo el estadio contiene la respiración: no se precipitan en el remate" cetus Thierry Henry, mantan pemain tim nasional Prancis.

Meskipun demikian, Henry melihat ada sisi positif sekaligus hal yang mengkhawatirkan bagi Spanyol jika gagal memanfaatkan momentum penting dalam pertandingan sistem gugur.

"Lo positivo es que estaba en el lugar correcto. Lo preocupante es que contra Portugal, es posible que no tengas otra oportunidad tan clara como esa. En el fútbol eliminatorio, un fallo puede cambiar toda la historia del partido.

Si España no pasa, todos recordarán esa ocasión. Si lo hacen, lo llamarán una advertencia de la que se recuperó. Así de cruel puede ser el fútbol" ujar Thierry Henry, mantan pemain tim nasional Prancis.

Di luar jalannya pertandingan, momen emosional juga mewarnai kubu Portugal yang memberikan penghormatan kepada mendiang Diogo Jota yang meninggal setahun lalu akibat kecelakaan mobil.

Manajer Portugal, Roberto Martinez, menegaskan komitmen timnya yang mendedikasikan turnamen ini untuk mantan pemain Liverpool tersebut.

"Diogo is our sun and our light" kata Roberto Martinez, Manajer Portugal.

Martinez menambahkan bahwa skuadnya memiliki motivasi tambahan yang besar sepanjang kompetisi di Amerika Utara ini.

"We want to win the World Cup for him" tutur Roberto Martinez, Manajer Portugal.

Gelandang Portugal, Ruben Neves, mengungkapkan bahwa para pemain masih menjaga komunikasi di grup percakapan bersama pihak keluarga Jota.

"I still talk to him" kata Ruben Neves, gelandang Portugal.

Neves menceritakan bagaimana memori tentang sahabatnya itu tetap hidup di antara para pemain tim nasional.

"We have a WhatsApp group with Rute and Diogo, and it's still there, and we continue to talk there" jelas Ruben Neves, gelandang Portugal.

Menurut penuturan Neves, grup tersebut menjadi tempat berbagi setiap kali ada momen spesial yang terjadi.

"Whenever something special happens, I have the conversations archived on my WhatsApp so I can continue to send him messages" pungkas Ruben Neves, gelandang Portugal.

Sementara itu, latar belakang unik mengenai kedekatan gelandang Spanyol, Mikel Merino, dengan klub Inggris Arsenal juga terungkap melalui cerita orang tuanya dalam wawancara bersama DAZN.

Ibu sang pemain, Maite Zazon, mengisahkan foto masa kecil Merino yang mengenakan jersey Arsenal murni karena faktor ketidaksengajaan.

"Te puedo decir que es la única foto que tiene de un equipo, excepto de los que había jugado Miguel, que tenía todas las camisetas, se las ponía y era aficionado de esos equipos. Se dio la casualidad de que se le compró esa camiseta y se la puso" kenang Maite Zazon, ibu Mikel Merino.

Maite melanjutkan bahwa momen pemotretan spontan tersebut yang kemudian memicu ketertarikan putranya pada klub London Utara.

"Le dije que le iba a sacar unas fotos y le sacamos unas fotos posando, cosa que no había hecho en su vida. A raíz de eso se hizo fan del Arsenal, porque era la camiseta que tenía de la Premier. Era la camiseta de Thierry Henry" tambah Maite Zazon, ibu Mikel Merino.

Ayah Merino, Miguel Merino, menambahkan rincian mengenai pakaian yang dibeli pada saat itu.

"Casualmente compramos toda la equipación. Venía un pack con toda la equipación: camiseta, pantalón y medias" sebut Miguel Merino, ayah Mikel Merino.

Di tempat berbeda, mantan kiper Inggris Joe Hart menyoroti keputusan VAR di laga Spanyol sebelumnya yang menganulir gol Marc Cucurella.

"There are going to be Premier League goalkeepers throwing their food and drink at the TV" cetus Joe Hart, pengamat sepak bola BBC.

Hart membandingkan standar pelanggaran yang diterapkan di Piala Dunia dengan kompetisi domestik Inggris.

"What's gone in the Premier League this season, for this to be disallowed" tanya Joe Hart, pengamat sepak bola BBC.

Menurutnya, kontak yang terjadi pada laga melawan Austria tersebut merupakan hal yang biasa dalam duel perebutan bola.

"It is really soft, it is just people challenging for the ball. Sometimes I can understand it when you get your hands knocked out of the way, or taken away from you. That is just an innocent challenge" tutur Joe Hart, pengamat sepak bola BBC.

Meskipun menyayangkan pembatalan gol tersebut, Hart mengakui adanya urgensi untuk menertibkan aksi saling tarik di area penalti.

"Just to be honest though, it's a shame this has happened, because they (Cucurella and Tah's goals) are two perfectly good goals" kata Joe Hart, pengamat sepak bola BBC.

Ia menilai situasi tak murni di kotak penalti sudah mulai mengganggu kenyamanan penjaga gawang.

"But something needed to be done, because it was getting ridiculous in the Premier League [with the jostling from set-pieces]" tambah Joe Hart, pengamat sepak bola BBC.

Hart menyimpulkan bahwa otoritas pertandingan harus menemukan formula yang lebih baik daripada sekadar membatalkan gol sah.

"It was almost impossible for a goalkeeper. It was getting out of hand but I think they could have handled it better than chalking off two perfectly good goals in the World Cup" urai Joe Hart, pengamat sepak bola BBC.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed