Status Gunung Sinabung Naik ke Level Siaga Usai Erupsi

Smallest Font
Largest Font

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga pada Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB. Keputusan ini diambil usai gunung tersebut mengalami erupsi hebat sejak pukul 10.17 WIB dengan melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 3,5 kilometer di atas puncak.

Peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan ini memuntahkan kolom abu hitam pekat berintensitas tebal yang membubung hingga 5.960 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 120 mm dengan durasi lebih dari satu jam, serta mengarahkan sebaran abu ke timur dan tenggara menuju kawasan Berastagi.

Menyikapi eskalasi erupsi awal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo membagikan masker kepada warga terdampak serta mengimbau masyarakat di zona bahaya untuk segera menyingkir ke lokasi aman. Pemerintah daerah setempat juga mengosongkan kawasan wisata Danau Lau Kawar, sementara penatapan status transisi darurat ke pemulihan bencana erupsi Sinabung berdurasi 90 hari masih berlaku sejak 8 Juli hingga 5 Oktober 2026.

Petugas mengonfirmasi bahwa lontaran abu vulkanik masih terus teramati membubung di sekitar puncak gunung.

"Erupsi berupa abu yang mengarah ke timur dan tenggara. Sampai saat ini masih kami pantau, dan pada pukul 11.14 WIB masih terlihat abu keluar di sekitar puncak Gunungapi Sinabung," ujar Armen Putra, Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung.

Pihaknya meminta warga untuk tidak menyikapi situasi ini secara berlebihan namun tetap menaati imbauan petugas di lapangan.

"Diharapkan warga jangan terlalu panik. Ini hujan abu yang mengarah ke timur dan tenggara," katanya.

Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta mematuhi jarak aman dengan tidak beraktivitas di desa yang telah direlokasi, radius radial 3 kilometer dari puncak, serta radius sektoral hingga 6 kilometer ke arah selatan-tenggara. Warga di sekitar aliran sungai berhulu Sinabung juga diimbau mewaspadai potensi lahar dingin.

"Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 1 jam 1 menit 48 detik," kata Lana Saria, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM.

Badan Geologi mewajibkan Pemerintah Kabupaten Karo terus menjalin koordinasi intensif bersama Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung maupun PVMBG guna memantau perkembangan situasi terkini.

"Pemerintah Daerah Kabupaten Karo agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Pos Pengamatan Gunung api Sinabung," ungkap Badan Geologi.

Pihak berwenang memastikan belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian materiil, sementara proses pendataan dan pemantauan aktivitas Sinabung masih berlangsung secara berkala.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed