Suhu Dieng Hari Ini Sentuh 16 Derajat Celsius pada Pagi Hari BMKG Ingatkan Potensi Dingin Ekstrem
Kawasan dataran tinggi Dieng Kabupaten Wonosobo mengalami penurunan suhu udara yang signifikan pada pagi hari ini, Sabtu (18/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mewaspadai potensi cuaca dingin ekstrem.
Berdasarkan data prakiraan cuaca wonosobo hari ini yang dirilis oleh BMKG melalui laporan MetroTVNews, suhu udara di wilayah Dieng dan sekitarnya pada pukul 07.00 hingga 09.00 WIB berkisar antara 16°C hingga 19°C. Penurunan suhu ini disertai dengan tingkat kelembapan udara awal yang sangat tinggi.
Kondisi kelembapan udara pada pagi hari dilaporkan mencapai 90 persen. Hal tersebut membuat udara di sekitar lereng gunung terasa jauh lebih menusuk tulang dibandingkan hari-hari biasanya, memicu pertanyaan wisatawan mengenai kenapa dieng dingin banget belakangan ini.
Kondisi Cuaca Dieng Siang Hari
Memasuki siang hari, karakteristik cuaca di wilayah Wonosobo dan Dieng mengalami perubahan yang kontras. Sinar matahari mulai terasa menyengat meskipun suhu udara di dataran tinggi cenderung tetap sejuk dibandingkan wilayah perkotaan lainnya di Jawa Tengah.
Suhu Maksimum dan Indeks Ultraviolet
BMKG memprakirakan suhu maksimum di wilayah perkotaan Wonosobo pada pukul 12.00 hingga 14.00 WIB akan berada di kisaran 25°C hingga 26°C. Perubahan suhu yang melonjak dari pagi hari ini diiringi oleh paparan radiasi matahari yang kuat.
Masyarakat diminta untuk berhati-hati karena Indeks Ultraviolet (UV) pada tengah hari berada di angka 6. Angka tersebut masuk dalam kategori risiko bahaya sedang hingga tinggi, sehingga paparan langsung tanpa perlindungan dapat memicu masalah kulit.
Tabel Estimasi Parameter Cuaca
Berikut adalah rincian prakiraan parameter cuaca di wilayah Kabupaten Wonosobo dan kawasan Dieng pada hari ini:
| Waktu (WIB) | Suhu Udara (°C) | Kelembapan Udara (%) | Indeks UV |
|---|---|---|---|
| 07.00–09.00 | 16 – 19 | 90 | – |
| 12.00–14.00 | 25 – 26 | – | 6 |
Fenomena Unik dan Imbauan BMKG
Kondisi langit yang cerah tanpa awan pada siang hari justru menjadi pemicu utama dinginnya suhu pada malam dan dini hari di dataran tinggi. Fenomena hilangnya tutupan awan ini menyebabkan radiasi panas bumi terlepas langsung ke atmosfer tanpa ada yang menahan.
Kondisi atmosfer yang kering dan dingin pada musim kemarau seperti sekarang menjadi penyebab munculnya embun es dieng atau yang sering dikenal warga lokal sebagai embun upas. Ketika suhu udara di dekat permukaan tanah merosot hingga mendekati atau di bawah 0°C, embun air akan membeku.
Masyarakat setempat dan para wisatawan yang merencanakan kunjungan ke objek wisata Dieng disarankan untuk mempersiapkan pakaian tebal, jaket penahan angin, serta pelembap kulit untuk mengantisipasi cuaca ekstrem ini. Pihak berwenang juga meminta para petani setempat memantau kondisi tanaman mereka dari ancaman kerusakan akibat fenomena pembekuan embun upas dieng tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow