Suporter Ekuador Padati Kansas City Jelang Laga Kontra Curacao
Arus kedatangan pendukung tim nasional Ekuador memadati kawasan Kansas City menjelang pertandingan kedua babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 melawan Curacao di Stadion Arrowhead pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Gelombang suporter ini berdampak signifikan pada aktivitas transportasi setempat. Bandara Internasional Kansas City mencatat hari tersibuk kedua untuk lalu lintas penerbangan keluar pada hari Rabu dengan 23.493 penumpang, termasuk kepulangan pendukung Argentina setelah piagam penerbangan Aerolineas Argentinas diberangkatkan.
Menurut laporan kansascity.com, tiga orang suporter asal Quito, ibu kota Ekuador, menyempatkan diri mengunjungi Stadion Kauffman untuk menyaksikan pertandingan bisbol Royals sebelum fokus pada laga sepak bola. Salah satu dari mereka, Patricio, menyampaikan keyakinannya terhadap kualitas pemain meski mengkritik performa pelatih pascakekalahan 0-1 dari Pantai Gading.
"The players are very good," kata Patricio, suporter asal Quito.
Ketiga suporter tersebut kemudian menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap juru taktik tim secara bersama-sama.
"The coach is bad." tutur ketiga suporter tersebut secara serentak.
Di sisi lain, Stadion Kauffman juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Ekuador, Nicolas Solines, meski ia tidak tersedia untuk diwawancarai. Rekan Patricio, Andres, mengagumi kemegahan markas tim bisbol Royals tersebut.
"This stadium is so big and awesome." puji Andres, suporter asal Ekuador.
Sementara itu, suasana meriah berlanjut pada hari Jumat di area FIFA Fan Fest. Dilansir dari sports.yahoo.com, ratusan penggemar berkumpul mengenakan atribut kuning dan menggelar aksi "banderazo" atau reli massa di luar festival dengan iringan drum dan yel-yel dukungan.
"It means everything, honestly," ujar Pablo Lopez, pria kelahiran Ekuador yang dibesarkan di Chicago.
Lopez menambahkan mengenai arti penting sepak bola bagi masyarakat negara Amerika Selatan tersebut.
"Soccer is such a pivotal sport, it’s just like a religion in Ecuador." ucap Pablo Lopez.
Kemeriahan di dalam festival diisi oleh penampilan musisi Flo Rida, Tech N9ne, dan DJ Mal-Ski. David Nicolalde, seorang pendukung asal Oregon yang berencana mengikuti tiga laga pertama Ekuador, mengapresiasi keramahan penonton lain di lokasi acara.
"We (as a people, are) very warm, we came to create a community very fast," kata David Nicolalde, suporter asal Oregon.
Nicolalde juga menambahkan bahwa kebersamaan mereka terbentuk dengan sangat cepat karena identitas warna tim yang kuat.
"Here around us, the people are very welcoming. We identify very well with our colors. So we’re very happy to be here," sambung David Nicolalde.
Dukungan masif ini diharapkan mampu membakar semangat para pemain yang membutuhkan poin penuh. Jorge Bajana menyatakan bahwa seluruh komunitas suporter hadir demi memberikan suntikan motivasi bagi tim nasional agar meraih kemenangan sebelum menghadapi Jerman pada 25 Juni 2026.
"The community came out to support Ecuador, to go all out so the people can, well, the players can see that the community has their back," jelas Jorge Bajaña, suporter asal Ekuador.
Bajana menegaskan bahwa motivasi tersebut sangat krusial bagi perjuangan tim di laga-laga berikutnya.
"The team has the support to show up tomorrow and win, or at least play with that passion and win, so that we also stay strong against Germany." tambah Jorge Bajaña.
Kendati didominasi warna kuning khas Ekuador, pendukung Curacao juga tetap hadir memberikan perlawanan atmosfer di lokasi festival. Kimberly Martis, seorang suporter yang terbang langsung dari Curacao, menegaskan bahwa mereka tidak merasa gentar dengan jumlah suporter lawan yang lebih banyak.
"(Ecuador fans) don’t intimidate us," tegas Kimberly Martis, suporter Curacao.
Martis menutup pernyataannya dengan menegaskan eksistensi negara kepulauan kecil tersebut di ajang internasional.
"We are small, but big and heard." pungkas Kimberly Martis.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow