Suporter Haiti Tetap Bangga Meski Timnas Takluk dari Maroko

Smallest Font
Largest Font

Suporter tim nasional sepak bola Haiti tetap merayakan pencapaian bersejarah negara mereka meski menelan kekalahan 2-4 dari Maroko dalam laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium pada Rabu malam waktu setempat.

Pertandingan tersebut diwarnai oleh gol pembuka dari penyerang Haiti, Lenny Joseph, pada menit ke-10 yang sempat membawa keunggulan bagi negaranya sebelum Achraf Hakimi menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-38 di hadapan 68.239 penonton.

Haiti sempat memberikan kejutan kembali melalui gol Wilson Isidor yang menyamai rekor total dua gol negara tersebut pada Piala Dunia 1974, sekaligus mencatatkan sejarah pertama kalinya Haiti mencetak dua gol dalam satu babak di putaran final Piala Dunia.

Kendati skuad asuhan Sébastien Migné akhirnya kalah dan harus tersingkir setelah sebelumnya takluk dari Skotlandia dan Brasil, ribuan pendukung tetap memadati stadion untuk menunjukkan identitas serta persatuan bangsa mereka di panggung dunia.

Komunitas pendukung Haiti menegaskan bahwa partisipasi di turnamen ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar papan skor pertandingan.

"It’s not about winning or losing," ujar Alex Francois, seorang warga berusia 60 tahun yang mengelola pusat rehabilitasi medis di New York dan menghadiri tiga laga Haiti bersama anak-anaknya yang sudah dewasa. "It’s about the pride and being Haitian."

Francois menambahkan bahwa kelolosan tim nasional di tengah situasi sulit dalam negeri merupakan sebuah keberhasilan yang patut diapresiasi, terutama dengan keterbatasan fasilitas yang ada.

"We don’t even have a playing film. You understand most of these players have never been to Haiti," kata Francois mengenai kondisi tim nasional mereka. "What you’re realizing is there is a pride and joy that this generation have that we didn’t have."

Ia juga merefleksikan perbedaan sikap antara generasinya dahulu dengan generasi muda Haiti saat ini dalam mengekspresikan identitas nasional mereka di luar negeri.

"When we first came here, we were hiding," tutur Francois menambahkan. "This generation has no fear letting the world know who they are."

Gelombang dukungan juga datang dari berbagai elemen budaya, termasuk penampilan dari musisi Paul Beaubrun, J. Perry, DJ Michael Brun, serta kehadiran grup musik Rara Lakay yang diterbangkan langsung ke Atlanta oleh Federasi Sepak Bola Haiti dan Haitian Ladies Network.

Di sisi lain, pendukung timnas Maroko yang datang dalam jumlah besar juga ikut merayakan kemenangan tersebut dengan tabuhan drum dan nyanyian di sekitar area stadion.

Seorang warga San Francisco, Faycal Al-aryf, mengungkapkan pentingnya pertandingan ini bagi Maroko untuk menjaga momentum performa mereka di fase berikutnya.

"We’re just waiting for the whistle of the referee," kata Faycal Al-aryf sebelum laga dimulai yang memprediksi kemenangan negaranya.

Kemenangan ini memastikan Maroko melangkah ke babak gugur mendampingi Brasil, sementara Haiti menyudahi penampilan mereka di turnamen dengan menempati posisi terbawah grup.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed