Swedia Bersiap Hadapi Prancis pada Babak 32 Besar Piala Dunia
Tim nasional sepak bola Swedia bersiap menghadapi juara dua kali Prancis pada babak 32 besar Piala Dunia setelah berhasil lolos dari fase grup menyusul hasil imbang melawan Jepang di Texas.
Pertandingan krusial tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New York, setelah Swedia mengemas kemenangan 5-1 atas Tunisia, kekalahan dengan skor serupa dari Belanda, dan hasil imbang 1-1 kontra Jepang. Menjelang laga, kapten Swedia Victor Lindelof sempat mengomentari video viral istrinya, Maja Nilsson Lindelof, yang terjatuh dari banteng mekanis di sebuah bar saat Swedia bertanding di Texas.
"She sent it to me," ujar Victor Lindelof, Kapten Swedia.
Lindelof menambahkan bahwa video yang diunggah sang istri di media sosial tersebut sangat menghibur dan ia tidak keberatan untuk mencoba tantangan serupa secara langsung.
"It was a fun video and it would be fun to try it out, as well." kata Victor Lindelof, Kapten Swedia.
Pemain yang akan menginjak usia 32 tahun bulan depan itu menegaskan kesiapannya untuk mencoba permainan ketangkasan tersebut di lain waktu.
"It looked difficult, but I’m up for the challenge," tutur Victor Lindelof, Kapten Swedia.
Pemain Aston Villa itu juga mengungkapkan kegembiraannya karena anak-anaknya dapat hadir langsung untuk menyaksikan laga babak 32 besar setelah sempat terkendala masalah logistik.
"I’ve been looking forward to having this opportunity and we were able to resolve it in the end so that they’re here in New York," ucap Victor Lindelof, Kapten Swedia.
Selain membahas keluarga, Lindelof yang bergeser posisi menjadi gelandang bertahan saat menghadapi Jepang mengomentari stamina fisik yang dibutuhkannya untuk posisi baru tersebut.
"It's a huge difference between playing in the midfield versus playing in defense. You have to be moving constantly," kata Victor Lindelof, Kapten Swedia.
Mantan pemain Manchester United itu mengakui adanya faktor usia yang memengaruhi ketahanan fisiknya di lini tengah selama pertandingan penuh.
"I don’t think I can handle 90 minutes in the midfield. I don’t t know if I’ve got the legs for that anymore but it’s fun to play there. Let's see if I can handle 90 minutes of that." ujar Victor Lindelof, Kapten Swedia.
Di sisi lain, pelatih Swedia Graham Potter memberikan pandangannya mengenai kesiapan skuad yang harus mengeluarkan performa maksimal demi menumbangkan Prancis sebagai salah satu tim favorit turnamen.
"We have to play the game of our lives, clearly, and the boys are in a really good place, I think, to be able to do that," kata Graham Potter, Pelatih Swedia.
Potter memuji ketangguhan mental anak asuhnya yang mampu bangkit dari kekalahan telak dari Belanda untuk mengamankan poin penting saat melawan Jepang, serta mengapresiasi peran kepemimpinan Lindelof di dalam tim.
"It’s not easy to deal with a 5-1 defeat in a tournament. It can destabilize a lot of teams," tutur Graham Potter, Pelatih Swedia.
Potter menegaskan bahwa keberhasilan menjaga budaya dan lingkungan tim yang kondusif tidak lepas dari pengaruh positif sang kapten.
"So the fact that we had the strength and the ability to get the point we needed against Japan and perform in the manner we did says a lot about the environment and the culture of the team. I think that’s a lot to do with Victor’s leadership. So I’ve been super-impressed with that since I’ve been in the team." pungkas Graham Potter, Pelatih Swedia.
Sementara itu, kekuatan lini belakang Swedia dipastikan berkurang setelah bek Isak Hien dipastikan absen akibat cedera hamstring yang dialaminya sejak menit ke-37 pada laga hari Kamis lalu melawan Jepang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow