Alexander Isak Bawa Timnas Swedia Lolos Babak Gugur Piala Dunia 2026
Penyerang tim nasional Swedia Alexander Isak tampil impresif sepanjang fase grup Piala Dunia 2026 hingga membawa negaranya melangkah ke babak gugur setelah menahan imbang Jepang 1-1 di Dallas Stadium, Jumat (26/6/2026).
Pemain berusia 26 tahun tersebut menjadi motor serangan utama Swedia dengan torehan satu gol dan tiga assist dari tiga pertandingan. Selain performa di lapangan, penyerang Liverpool itu mencuri perhatian publik karena memasang bendera Eritrea di sepatu kanannya guna menghormati asal-usul orang tuanya yang merupakan imigran.
"Meskipun saya tumbuh besar di Swedia, saya selalu berada di sekitar komunitas Eritrea. Saya dibesarkan dalam lingkungan itu. Saya belum sering kembali ke sana belakangan ini, tapi kunjungan terakhir saya adalah pengalaman yang sangat indah. Mereka belum punya banyak idola di dunia olahraga." ujar Alexander Isak, Penyerang Timnas Swedia.
Isak menegaskan bahwa lingkungan masa kecilnya di Solna sangat memengaruhi pembentukan identitas dirinya.
"Saya memang tumbuh besar di Swedia, tapi saya tinggal di komunitas Eritrea sejak lahir," ujar Alexander Isak, Penyerang Timnas Swedia.
Mantan pemain timnas Swedia Stefan Schwarz turut memberikan pandangannya mengenai performa sang striker yang kini mengenakan nomor punggung 9 di Liverpool setelah ditransfer senilai £125 juta dari Newcastle United.
"Dia adalah pemain yang luar biasa" ujar Stefan Schwarz, Mantan Pemain Timnas Swedia.
Schwarz menilai fokus utama Isak saat ini adalah membawa Swedia melangkah sejauh mungkin di turnamen dunia, termasuk menjelang laga krusial menghadapi Prancis di babak 32 besar.
"Menurut saya, yang terpenting adalah dia mencetak gol di pertandingan berikutnya melawan Prancis, itu yang utama. Dan mendapatkan pengalaman yang baik di Piala Dunia. Kita tidak boleh melihat terlalu jauh ke depan sekarang, fokusnya adalah untuk Swedia di Piala Dunia.
Tapi akan menarik untuk melihat Isak menjalani pramusim sejak awal, itu akan sangat membantunya. Saya rasa dia merasa bisa bermain dalam lebih banyak pertandingan. Cedera datang, pindah ke klub baru, di klub besar seperti Liverpool, dan dia menghadapi tekanan.
Saya pikir dia adalah pemain yang luar biasa. Satu-satunya hal adalah, apakah dia bisa terhindar dari cedera dan bermain setiap pekan. Jika dia bisa, dia akan menjadi aset yang fantastis bagi Liverpool." ujar Stefan Schwarz, Mantan Pemain Timnas Swedia.
Selain mengomentari Isak, Schwarz memberikan tanggapan mengenai rekan setim Isak di tim nasional, Anthony Elanga, yang juga dirumorkan berpotensi meninggalkan Newcastle setelah melewati musim yang sulit.
"Saya pikir secara keseluruhan, Newcastle tidak menjalani musim yang bagus—musim yang sangat mengecewakan bagi mereka. Mereka memiliki pemain-pemain yang sangat bagus. Penampilan mereka tidak maksimal.
Mereka ingin membuktikan musim ini bahwa mereka adalah salah satu tim papan atas. Saya menyukai susunan tim yang mereka miliki, para pemain, dan manajernya. Dan kita tahu bahwa mereka bisa memainkan sepak bola yang fantastis.
Menurut saya, hanya karena mengalami setengah musim yang buruk, bukan berarti Anda harus pindah klub. Terkadang Anda harus bertahan di sana dan terus berusaha, karena Anda membutuhkan konsistensi di antara para pemain. Anda perlu membangunnya.
Terkadang hal itu tidak berhasil di musim pertama, tetapi musim kedua bisa sangat sukses jika Anda memiliki semangat, jika Anda memiliki hasrat. Dan mengetahui bahwa mereka mengalami satu musim yang tidak biasa, yang bukan merupakan level Newcastle yang kita kenal, saya pikir mereka bisa menjadi cukup berbahaya jika mereka mempertahankan para pemain dan performa yang kita tahu mereka miliki." ujar Stefan Schwarz, Mantan Pemain Timnas Swedia.
Skuad asuhan Graham Potter kini dijadwalkan langsung bersiap menghadapi Prancis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow