Tan Cheng Hoe Ingatkan Malaysia Waspadai Laos
Pelatih interim tim nasional Malaysia, Tan Cheng Hoe, meminta para pemainnya untuk tidak memandang remeh kekuatan Laos jelang laga lanjutan Grup B Piala AFF 2026 di Stadion Kuala Lumpur pada Selasa, 28 Juli 2026. Kewaspadaan ini ditingkatkan meskipun Laos baru saja menelan kekalahan telak 0-5 dari Thailand pada pertandingan pembuka mereka.
Kemenangan 2-1 atas Myanmar di Yangon pada laga pertama tidak membuat kubu Harimau Malaya jemawa. Skuad Malaysia melihat adanya potensi bahaya dari tim lawan yang didominasi oleh deretan pemain muda bersemangat tinggi.
"Kita tidak bisa memandang remeh Laos. Mereka adalah tim muda dengan pelatih baru [Vladija Grujic]. Mereka pekerja keras, mereka punya motivasi karena tidak mau kalah dua kali beruntun dan mereka berbahaya dalam serangan balik," ucap Tan Cheng Hoe dilansir dari New Straits Times.
Juru taktik tersebut menekankan pentingnya kedisiplinan penguasaan bola dan penyelesaian akhir agar timnya tidak terjebak dalam skema serangan balik lawan.
"Kami harus memastikan tidak kehilangan bola dengan mudah di area permainan kami dan kami juga harus bisa lebih tajam di depan gawang," terang Cheng Hoe.
Sebelumnya, dalam laga pembuka Grup B, Harimau Malaya sempat tertinggal lebih dulu oleh gol pemain Myanmar, Myat Kaung Khant, pada menit ke-10. Kapten tim, Paulo Josue, menjadi pahlawan kemenangan dengan mencetak dua gol pada menit ke-52 dan penalti pada menit ke-57.
"Hasil ini akan memberi para pemain kepercayaan diri, dan saya pikir mereka tampil baik," kata Tan dilansir dari aseanutdfc.com.
Meskipun mengamankan tiga poin pertama, juru latih yang pernah membawa Malaysia ke final edisi 2018 tersebut mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dibenahi dalam permainan timnya.
"Kami tahu masih ada beberapa kelemahan di dalam tim, dan kami secara bertahap membangun karakter yang dibutuhkan untuk bersaing dalam pertandingan seperti ini," ujar Tan.
Kondisi fisik para pemain juga menjadi perhatian khusus jajaran pelatih karena sebagian besar baru saja kembali dari masa rehat pra-musim bersama klub masing-masing.
"Kebugaran tetap menjadi kekhawatiran karena sebagian besar pemain baru saja kembali untuk latihan pra-musim dan belum sepenuhnya siap. Namun, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, kami akan fokus pada satu pertandingan demi satu pertandingan," jelasnya.
Tan berharap kekompakan antar pemain akan semakin terjalin seiring berjalannya turnamen.
"Saya berharap setelah satu atau dua pertandingan lagi, kami akan meningkat dalam hal kerja sama tim, kesepahaman, dan chemistry. Elemen-elemen itu sangat penting," ungkap Tan.
Ia juga menyoroti komposisi skuadnya yang menggabungkan pemain muda dan senior dalam memelihara suasana positif di dalam tim.
"Kami memiliki campuran yang baik antara pemain muda dan berpengalaman, dan mereka telah bekerja sama dengan baik. Lingkungan yang positif dan keharmonisan di dalam tim memberi kami kepercayaan diri bahwa kami dapat melangkah jauh di turnamen ini," tuturnya.
Di sisi lain, kewaspadaan serupa disampaikan oleh penyerang senior Malaysia, Syafiq Ahmad. Ia menilai skuad muda Laos berpotensi tampil habis-habisan demi bangkit dari kekalahan sebelumnya.
"Laos punya skuad muda yang gemar bekerja keras. Mereka mungkin akan bermain dengan tempo cepat karena para pemain muda mereka ingin tampil semaksimal mungkin untuk membayar hasil di pertandingan pertama," ujar Syafiq dikutip dari The Star.
Pemain berusia 31 tahun itu menambahkan bahwa fokus penuh menjadi kunci utama bagi Malaysia untuk mengamankan poin di kandang sendiri.
"Mereka akan memberikan segalanya yang mereka bisa dan kita tidak bisa memandang remeh atau lekas puas," katanya.
Kekecewaan melingkupi kubu lawan usai laga perdana mereka. Pelatih tim nasional Myanmar, Jørn Andersen, merasa timnya seharusnya bisa meraih hasil lebih baik saat menghadapi Malaysia.
"Siapa pun yang menyaksikan pertandingan tersebut dapat melihat bahwa Malaysia tidak lebih baik dari Myanmar hari ini," kata Andersen.
Mantan pelatih Hong Kong itu menilai anak asuhnya tampil lebih dominan dalam mengkreasi peluang sepanjang laga.
"Myanmar adalah tim yang menyerang, bermain cepat, dan menciptakan peluang. Malaysia mungkin menciptakan tiga peluang dan mencetak dua gol, sementara kami menciptakan delapan atau sembilan peluang dan hanya mencetak satu gol. Kami adalah tim yang menciptakan lebih banyak peluang, mencoba bermain sepak bola, dan berusaha memenangkan pertandingan," tutur Andersen.
Andersen menambahkan bahwa kegagalan mengonversi peluang menjadi kendala utama timnya dalam laga tersebut.
"Namun, itulah sepak bola. Ketika Anda tidak mengonversi peluang Anda, itu menjadi sulit," ucapnya.
Pelatih asal Norwegia tersebut menyoroti rapuhnya lini pertahanan Myanmar, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati.
"Kami telah membicarakan hal ini sepanjang minggu selama latihan. Di dalam kotak penalti kami sendiri, terutama dari situasi bola mati dan umpan silang, kami harus mengawal pemain lawan dengan benar," tegas Andersen.
Ia bertekad memperbaiki koordinasi pertahanan jelang laga berikutnya melawan Filipina.
"Kapan pun kami gagal melakukan itu, kami kebobolan gol-gol mudah. Itu adalah area yang harus kami tingkatkan. Saya tidak tahu mengapa para pemain tidak mengawal dengan lebih efektif," pungkasnya.
Tambahan tiga poin atas Laos akan membuka peluang Malaysia untuk merebut puncak klasemen sementara Grup B Piala AFF 2026. Setelah menghadapi Laos, Malaysia dijadwalkan bertanding melawan Thailand pada 1 Agustus dan Filipina pada 8 Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow