Daniel Thioune Ubah Formasi Werder Bremen Hadapi Borussia Dortmund

Smallest Font
Largest Font

Pelatih SV Werder Bremen Daniel Thioune merombak susunan pemain utama untuk menghadapi Borussia Dortmund pada laga terakhir Bundesliga di Stadion Weser, Sabtu, 16 Mei 2026, pukul 15.30 waktu setempat. Strategi ini diterapkan setelah timnya dipastikan aman dari degradasi musim ini.

Dilansir dari portal DeichStube, sejumlah pemain seperti Backhaus, Coulibaly, dan Musah diturunkan sejak awal laga oleh Daniel Thioune. Langkah ini diambil untuk mengimbangi tim tamu yang sudah mengunci posisi sebagai wakil juara liga.

Selain mempersiapkan taktik, Daniel Thioune menarik perhatian dalam konferensi pers dengan menunjukkan tato baru di pergelangan tangannya yang bergambar jam digital penunjuk angka 15.30.

"I lasse Sie gern an der Reise über meinen Körper teilhaben", menjelaskan Trainer Daniel Thioune, Cheftrainer des SV Werder Bremen.

Ide pembuatan tato tersebut sebenarnya sudah muncul sejak dua tahun lalu saat Daniel Thioune masih menangani klub terdahulu dan gagal promosi. Momentum keberhasilan menjaga Bremen tetap bertahan di kasta tertinggi kompetisi membuat rencana tersebut akhirnya direalisasikan.

"I habe mehrere Tätowierungen und in irgendwelchen Momenten immer irgendwelche Ideen gehabt. Vor zwei Jahren stand ich mit Fortuna Düsseldorf unmittelbar davor aufzusteigen, und dann kam der Gedanke, dass wenn wir aufsteigen, einen persönlich auch immer etwas daran erinnern soll – und daran, dass man noch weiterkommen will", melengkapi Daniel Thioune, Cheftrainer des SV Werder Bremen.

Meski hasil pertandingan sudah tidak memengaruhi posisi kedua tim di klasemen, Daniel Thioune tetap menuntut performa maksimal dari skuad asuhannya. Ia menginstruksikan para pemain untuk tampil berani melawan Borussia Dortmund.

"Es war jetzt angemessen, noch etwas mehr Farbe auf die Haut zu bringen. Aus einem Gedanken vor zwei Jahren ist jetzt ein Ergebnis geworden", kata Daniel Thioune, Cheftrainer des SV Werder Bremen.

Strategi utama Bremen akan bertumpu pada penguasaan ruang yang ketat dan penerapan tekanan sejak awal permainan. Hal ini bertujuan memutus aliran umpan matang kepada barisan penyerang Dortmund, khususnya Serhou Guirassy.

"Das wird kein Schaulaufen", meyakinkan Daniel Thioune, Cheftrainer des SV Werder Bremen.

Bremen menargetkan hasil positif demi memberikan sinyal baik menyongsong musim kompetisi mendatang. Pelatih kepala tersebut mengakui bahwa pencapaian tim sepanjang musim ini secara umum masih berada di bawah target awal manajemen.

"Wir wollen nochmal ein gutes Bild abgeben", menegaskan Daniel Thioune, Cheftrainer des SV Werder Bremen.

Bagi rencana jangka panjang klub, Daniel Thioune menuntut adanya peningkatan performa yang signifikan dari seluruh pemain lama maupun pilar baru yang akan didatangkan pada bursa transfer.

"Gegen Dortmund wird vor allem ein frühes Pressing entscheidend sein, da wir viele tiefe Laufwege seitens des BVB erwarten. Der Gegner bringt mit Spielern wie Guirassy einen Ankerspieler mit, der Bälle im Zentrum sichern und ablegen kann. Deshalb liegt der Fokus darauf, die Räume konsequent zu kontrollieren. Da sportlich nicht mehr der ganz große Druck auf der Partie lastet, wollen wir im Ansatz aber auch etwas mutiger sein", memaparkan Daniel Thioune, Cheftrainer des SV Werder Bremen.

Kegagalan menembus zona kompetisi Eropa menempatkan klub di peringkat ke-15 klasemen sementara. Posisi tersebut membuat keberhasilan menghindari degradasi lebih dipandang sebagai kelegaan daripada sebuah prestasi besar.

"Wir wollen den Eindruck erwecken, dass es nächste Saison wieder besser sein kann. Alle, die hier unter Vertrag stehen, haben die Chance, es besser zu machen. Und alle, die neu dazukommen, sind herzlich willkommen und müssen es dann auch besser machen", berpendapat Daniel Thioune, Cheftrainer des SV Werder Bremen.

Manajemen dan tim kepelatihan dijadwalkan langsung memulai evaluasi total atas performa tim sepanjang musim yang sulit ini segera setelah pertandingan melawan Borussia Dortmund berakhir.

"Wir sind Tabellen-15. und haben keine Bäume ausgerissen", menerangkan Daniel Thioune, Cheftrainer des SV Werder Bremen.

Laga di kandang sendiri ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pertandingan pekan ke-34 bagi kedua belah pihak di kompetisi Bundesliga.

"Es gab nichts zu feiern, sondern nur die Gelegenheit zum Durchatmen, weil eine sehr schwierige Saison dann doch noch positiv geendet ist", membuat kesimpulan Daniel Thioune, Cheftrainer des SV Werder Bremen.

Sebelum sepak mula dilakukan, fokus utama jalannya pertandingan juga tertuju pada kembalinya para pendukung tuan rumah yang memadati tribun stadion.

"Gewünscht war, den Schritt nach Europa gehen zu können", ujar Daniel Thioune, Cheftrainer des SV Werder Bremen.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed