Tiga Kota di California Digugat Hambat Pembangunan Hunian di Sekitar Transportasi Umum

Smallest Font
Largest Font

Tiga kota di California, yaitu San Diego, San Francisco, dan Montebello, digugat oleh kelompok nonprofit Californians for Homeownership karena dianggap menghambat pembangunan hunian dengan kepadatan tinggi di sekitar kawasan transportasi umum. Gugatan ini diajukan secara terpisah di wilayah hukum masing-masing kota, dengan dukungan finansial dari California Association of Realtors (CAR), dan bekerja sama dengan California Housing Defense Fund, dilansir dari Detikcom. Kelompok tersebut menilai ketiga kota tersebut membuat aturan dan pembatasan yang bertentangan dengan Senate Bill 79 (SB 79), yang mendorong pembangunan hunian lebih padat di dekat jaringan transportasi umum.

Presiden CAR, Tamara Suminski, mengatakan bahwa pemerintah kota di California harus mengikuti aturan yang ditetapkan oleh legislatif negara bagian.

"Kota-kota di seluruh California harus mematuhi aturan yang sama yang telah ditetapkan oleh legislatif negara bagian untuk pembangunan perumahan," kata Suminski. Menurut Suminski, gugatan ini adalah bagian dari upaya mendorong penyelesaian persoalan keterjangkauan hunian melalui jalur hukum.

Di San Diego, pemerintah kota dituding menggunakan alasan minimnya jalur pejalan kaki untuk mengecualikan sejumlah lokasi di sekitar jaringan San Diego Trolley dari pembangunan berorientasi transit. Californians for Homeownership menilai alasan tersebut tidak tepat digunakan untuk membatasi pembangunan hunian, dan kegagalan pemerintah kota menyediakan atau merawat trotoar tidak boleh menjadi dasar penghambat.

San Diego juga dikritik karena menerbitkan peta kawasan yang tidak konsisten dan sulit dipahami terkait aturan tersebut. Sementara di San Francisco, gugatan menyoroti kebijakan yang mengecualikan beberapa kawasan dengan menetapkannya sebagai "pusat lapangan kerja industri". Organisasi nonprofit YIMBY Law turut serta dalam gugatan terhadap San Francisco dan menuding kota itu tidak mematuhi aturan mengenai density bonus yang memungkinkan pembangunan dengan kepadatan lebih tinggi dalam kondisi tertentu.

Berbeda dengan Montebello, kota ini memberlakukan moratorium pembangunan sejak Juni melalui Ordinance No. 2495.

Californians for Homeownership menilai moratorium tersebut melanggar beberapa aturan, termasuk undang-undang 2019 yang membatasi moratorium pembangunan perumahan. Dalam ordinansinya, Montebello menyatakan penghentian sementara pembangunan diperlukan karena sedang menyusun rencana pembangunan berorientasi transit sendiri. Pengacara internal Californians for Homeownership, Matthew Gelfand, mengatakan aturan negara bagian tetap memberi ruang bagi pemerintah kota untuk menyesuaikan kebijakan pembangunan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

"Legislatif telah memasukkan ketentuan mengenai kewenangan pemerintah daerah yang kuat dalam undang-undang ini, sehingga kota-kota dapat menyesuaikan kebijakan negara bagian agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya," ujar Gelfand.

"Kami berkomitmen memastikan kota-kota mematuhi ketentuan tersebut secara ketat dalam menyusun kebijakan pembangunan berorientasi transit di daerah masing-masing," tambahnya. Persoalan ini muncul di tengah masalah keterjangkauan hunian serius di California, yang mendapatkan nilai F dalam laporan state-by-state housing affordability report card selama dua tahun berturut-turut menurut Realtor.com.

Gubernur California, Gavin Newsom, telah mendorong pembangunan lebih banyak rumah, terutama hunian dengan kepadatan tinggi di kawasan yang sebelumnya dianggap menolak pembangunan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed