Tingkat Kepuasan Donald Trump di Michigan Anjlok Jadi 33 Persen

Smallest Font
Largest Font

Tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump melorot tajam hingga 33 persen di Michigan pada Senin, 27 Juli 2026, di tengah kekhawatiran warga terhadap kondisi ekonomi dan perang dagang yang merugikan sektor industri setempat. Penurunan elektabilitas tersebut terekam dalam survei EPIC-MRA terbaru, memotret kemerosotan signifikan dibandingkan hasil Pemilu 2024 ketika Trump menguasai negara bagian kunci itu dengan raihan 49,73 persen suara. Profesor ilmu politik dari Oakland University, David Dulio, menilai dinamika ekonomi menjadi faktor utama penentu tren negatif dalam popularitas sang presiden di wilayah Midwest tersebut.

"Perekonomian sebagian besar bertanggung jawab atas hal itu," kata David Dulio, Profesor Ilmu Politik Oakland University.

Dulio menambahkan bahwa indikator keberhasilan yang sering digaungkan Gedung Putih tidak serta-merta sejalan dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. "Masyarakat tidak menghubungkan pengumuman angka-angka mentereng itu dengan apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mereka seperti halnya harga bensin atau harga bahan pokok," ujar David Dulio, Profesor Ilmu Politik Oakland University.

Meski janji revitalisasi industri di atas kertas terlihat menarik bagi pemilih Michigan, tekanan inflasi dan ketidakpastian konflik global tetap membayangi keseharian warga. "Masyarakat melihat harga bensin mereka naik. Mereka menghadapi ketidakpastian di seputar tarif dan konflik dengan Iran, dan saya pikir ini lingkungan yang sulit bagi presiden saat ini," tutur David Dulio, Profesor Ilmu Politik Oakland University.

Lokasi Michigan sebagai pusat manufaktur dan gerbang perdagangan utama dengan Kanada dinilai membuat wilayah ini sangat rentan terhadap dampak kebijakan pembatasan perdagangan ekspor-impor. "Trump datang ke sini karena suatu alasan. Dia meraih kesuksesan di Michigan pada masa lalu.

Wilayah ini bisa dibilang menjadi pusat dari pesan perdagangan dan manufakturnya," jelas David Dulio, Profesor Ilmu Politik Oakland University. Dalam kunjungannya ke fasilitas General Motors di Michigan pada Senin, Trump berupaya mempertahankan arah kebijakan ekonominya di hadapan para pekerja industri otomotif.

"Kita berada dalam kondisi yang sangat luar biasa sebagai sebuah negara," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Ia mengklaim bahwa kepemimpinannya berhasil memicu kebangkitan kembali sektor manufaktur nasional melalui pendirian berbagai fasilitas produksi baru. "Kami membangun lebih banyak pabrik mobil dan lebih banyak pabrik dibandingkan waktu lain dalam sejarah negara kita," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Trump juga menuding kepemimpinan presiden-presiden terdahulu tidak mengambil tindakan tegas saat negara lain memindahkan lapangan kerja dari Amerika Serikat.

"Pada akhirnya, Michigan memiliki presiden yang membela pekerja otomotif Michigan dan mengutamakan Amerika," tegas Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Data ketenagakerjaan federal mencatat sektor manufaktur AS kehilangan 2.000 pekerjaan pada Mei sebelum menambah 3.000 pekerjaan pada Juni. Sementara itu, persaingan politik di Michigan diperkirakan memanas menjelang pemilihan senat pada November mendatang.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed