Perosotan Darurat Air Force One Hadiah Qatar Mengembang Saat Digunakan Donald Trump

Smallest Font
Largest Font

Pesawat Air Force One milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami penundaan di landasan pacu Pangkalan Gabungan Andrews pada Rabu, 9 September 2026 sore waktu setempat, akibat perosotan darurat yang mendadak mengembang secara tidak sengaja sebelum rombongan lepas landas menuju konvensi Partai Republik di Dallas, Texas. Insiden tersebut memaksa Trump menunggu selama kira-kira 20 menit di dalam helikopter Marine One sebelum akhirnya diperbolehkan naik ke pesawat Boeing 747-8 bernilai 400 juta Dolar AS atau sekitar Rp7 triliun yang merupakan pemberian dari keluarga kerajaan Qatar. Pemeriksaan dan pelepasan perosotan darurat dari sisi kanan jet kepresidenan berumur 14 tahun itu membutuhkan waktu lama, hingga komponen tersebut harus diangkut menggunakan truk pikap sebelum penerbangan dilanjutkan ke Texas.

Sebelum naik ke pesawat, Trump sempat memberikan keterangan mengenai situasi yang terjadi di landasan pacu.

"Mereka sedang memeriksa seluncuran di sini, dan saya rasa itu akan memakan waktu 15 menit," ujar Presiden AS Donald Trump. Trump juga membantah adanya kendala keamanan teknis dan mengeklaim pemeriksaan dilakukan hanya untuk memastikan seluruh komponen keselamatan berfungsi normal.

"Mereka sedang memeriksa perosotan itu. Anda tahu, perosotan daruratnya, jadi saya kira butuh waktu sekitar 15 menit," kata Donald Trump. Ketika ditanya oleh awak media di lokasi mengenai jaminan keselamatan armada udara baru tersebut, Trump menegaskan keyakinannya.

"Ya, saya yakin, kalau tidak, saya tidak akan menaikinya," ujar Donald Trump. Di sisi lain, sumber yang mengetahui insiden itu mengungkapkan kepada media bahwa personel militer secara tidak sengaja memicu mengembangnya perosotan tersebut, padahal perosotan darurat umumnya tidak pernah diuji dengan cara dibuka langsung menjelang keberangkatan. Juru bicara pemerintah turut memberikan pernyataan resmi guna mengonfirmasi penanganan armada udara kepresidenan di Pangkalan Gabungan Andrews.

"Sebagaimana disampaikan oleh presiden, perosotan tersebut telah diperiksa untuk memastikan semuanya berfungsi dengan sempurna," kata Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung.

Keamanan pesawat hadiah Qatar ini terus menuai kritik dari pakar dan anggota parlemen AS lantaran belum dilengkapi sistem pertahanan canggih setingkat Air Force One lama, seperti penangkal rudal. Keterbatasan fitur keamanan ini sebelumnya membuat Secret Service meminta Trump beralih menggunakan Air Force One lama secara diam-diam melalui truk katering saat meninggalkan KTT NATO di Turki pada Juli lalu akibat ancaman keamanan dari Iran.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed