Tren Sleep Tourism Marak di Jepang untuk Tingkatkan Kualitas Tidur
Pengalaman menginap yang dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas tidur kini menjadi tren staycation baru di Jepang. Dikenal dengan istilah sleep tourism atau wisata tidur, konsep ini menawarkan sarana melepas penat bagi wisatawan di akomodasi tempat mereka menginap, seperti dikutip dari Detik Travel. Sejumlah pengelola perhotelan menyisipkan layanan pendukung tidur dalam paket menginap mereka.
Fasilitas yang ditawarkan mencakup perlengkapan tidur yang disesuaikan dengan kebutuhan pribadi tamu, racikan minuman penenang, hingga perangkat pemantau kondisi tidur. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu metode yang diterapkan untuk menganalisis pola tidur para tamu. Dari hasil pemantauan tersebut, wisatawan akan menerima evaluasi serta saran guna mengoptimalkan istirahat mereka.
Hotel 1988 Tokyo mengombinasikan unsur teh tradisional dengan teknik relaksasi dalam paket menginap khusus tidur. Sementara itu, Hotel Chizanso Tokyo memanfaatkan perangkat berbasis teknologi untuk memantau serta memberikan gambaran detail mengenai kebiasaan tidur tamu.
Pendekatan berbeda dihadirkan Malibu Hotel di Prefektur Kanagawa. Pihak akomodasi menyediakan perlengkapan tidur kustom yang disesuaikan secara khusus dengan kebiasaan tiap pengunjung.
Prospek Pertumbuhan Pasar Wisata Tidur
Pakar pariwisata menilai melonjaknya popularitas wisata tidur didorong oleh tingginya permintaan terhadap fasilitas kesehatan dan kebugaran. Makin banyak pelancong yang berupaya menjaga kondisi fisik serta mental mereka di sela-sela waktu liburan. Laporan National Geographic menyebutkan bahwa wisata tidur mencakup beragam program relaksasi. Layanan ini mencakup retret khusus tidur hingga fasilitas menginap yang mendapat pendampingan medis.
Jepang menangkap peluang besar dari pertumbuhan segmen pasar ini. Riset pasar dari Fortune Business Insights menunjukkan nilai pasar wisata tidur secara global berada di angka USD 84,65 miliar pada 2025. Sektor ini diproyeksikan melonjak hingga USD 265,85 miliar pada 2034. Pertumbuhan pasar wisata tidur diperkirakan mencatatkan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 13,56%.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow