Trump Batasi Ekspor Limbah Industri Demi Amankan Mineral Kritis AS

Smallest Font
Largest Font

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan pembatasan ekspor limbah industri guna mempertahankan pasokan mineral kritis dan logam tanah jarang di dalam negeri pada Jumat, 31 Juli 2026. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan Washington pada rantai pasok global yang dikuasai China.

Kewenangan pembatasan ekspor material daur ulang seperti baterai bekas, black mass, dan tungsten tersebut diserahkan kepada Menteri Perdagangan AS dengan memanfaatkan Undang-Undang Produksi Pertahanan (Defense Production Act). Kebijakan ini diambil setelah sektor pertahanan dan manufaktur domestik menghadapi tekanan akibat pembatasan ekspor mineral yang sebelumnya diberlakukan pemerintah China.

Selain itu, langkah tersebut merespons keluhan industri daur ulang Amerika Serikat yang kesulitan bersaing mendapatkan bahan baku limbah elektronik akibat gempuran pembeli global. Berdasarkan data Basel Action Network, Amerika Serikat mengekspor hampir 33.000 ton metrik limbah elektronik setiap bulan yang masih kaya akan lithium serta mineral strategis lain.

Di sisi diplomasi, ketegangan perdagangan antara kedua negara super itu juga memicu komunikasi intensif antara pejabat tinggi ekonomi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan tuntutan resmi Washington kepada pemerintah China mengenai komitmen pasokan bahan mentah.

"Dalam diskusi kami, saya menekankan bahwa kami mengharapkan Beijing untuk sepenuhnya memenuhi komitmennya terkait logam tanah jarang dan produk pertanian AS," kata Bessent, Menteri Keuangan AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menambahkan bahwa pembicaraan tersebut bertujuan untuk membangun hubungan ekonomi bilateral yang lebih seimbang.

"Kami juga membahas implementasi Dewan Perdagangan dan Investasi sebagai mekanisme untuk mengamankan kemajuan konkret menuju hubungan ekonomi AS-China yang lebih seimbang, adil, dan konstruktif," kata Bessent, Menteri Keuangan AS.

Langkah tegas Amerika Serikat membendung ekspor sampah industri ini dipicu oleh dominasi masif Beijing di pasar pemrosesan baterai global. Laporan Rho Motion mencatat China menguasai lebih dari 80 persen pasar daur ulang baterai bekas dunia dan memegang 89 persen kapasitas pemurnian black mass.

Sementara itu, negosiasi tingkat tinggi masih terus berlanjut di tengah keluhan balik dari pihak Beijing terkait sanksi dagang yang dijatuhkan Washington. Perwakilan diplomatik China menegaskan posisi resmi pemerintahannya dalam menanggapi pembatasan baru dari AS tersebut.

"China menyatakan keprihatinan serius atas pembatasan perdagangan AS baru-baru ini terhadap China," kata Kantor berita negara China Xinhua.

Pemerintah AS mewajibkan seluruh perusahaan domestik menghentikan secara penuh pembelian mineral dari China mulai 1 Januari 2027 mendatang sesuai dengan regulasi federal.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed