Thomas Tuchel Cadangkan Kobbie Mainoo Menjelang Semifinal Piala Dunia
Kebijakan pelatih tim nasional Inggris Thomas Tuchel yang belum menurunkan Kobbie Mainoo sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 memicu perdebatan hangat menjelang pertandingan semifinal melawan Argentina pada Rabu malam. Dilansir dari achmadnurhidayat.id, gelandang muda asal Manchester United tersebut menjadi satu-satunya pemain tengah murni dalam skuad The Three Lions yang sama sekali belum merasakan menit bermain di turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat dan Meksiko tersebut.
Hingga fase krusial ini, Thomas Tuchel tercatat telah memainkan 20 dari 23 pemain outfield yang dibawanya. Guna mengisi sektor gelandang, pelatih asal Jerman tersebut lebih memilih mengandalkan duet Elliot Anderson dan Declan Rice, memasukkan gelandang veteran Jordan Henderson dari bangku cadangan, hingga menggeser bek kanan Reece James untuk bermain di lini tengah.
Situasi yang dialami oleh pesepak bola berusia 21 tahun ini mengundang perhatian dari mantan striker legendaris Inggris, Michael Owen. Menurut laporan achmadnurhidayat.id, Owen menilai bahwa kejutan dari pemain yang tidak diunggulkan masih berpotensi terjadi di sisa kompetisi.
"I do a little bit, because I think he's definitely got the ability to play a role in the World Cup. And who knows? Things change, you get unlikely heroes." ujar Michael Owen, mantan penyerang timnas Inggris.
Owen kemudian membandingkan kondisi ini dengan kisah sukses historis ketika Inggris berhasil merengkuh trofi juara dunia di masa lampau.
"Our greatest moment ever in this country, winning the World Cup, who would have thought Geoff Hurst would have been playing? Jimmy Greaves was the best thing since sliced bread. My dad just raves about Jimmy Greaves.
When anyone's talking about the best England XI and things like that, my dad's like, ‘Jimmy Greaves’ straight away. He was insanely good. Now, things happen, and all of a sudden, Geoff Hurst plays, and look what happens." kata Michael Owen.
Lebih lanjut, ia menganggap bahwa pencapaian Inggris sejauh ini masih berada dalam jalur yang semestinya sebelum menghadapi tantangan sesungguhnya dari Argentina.
"There will be, or there could be, a surprise. And it could be Mainoo, you can't switch off. Really, what we've done so far, if we had been knocked out, there would have been a huge inquest. I mean, nobody should be really in our league." tambah Michael Owen.
Ia berpendapat bahwa skuad Tiga Singa secara kualitas memang berada di atas tim-tim yang telah mereka kalahkan pada babak sebelumnya.
"We've built it up as if Mexico was the hardest game of all time, but come on. Norway, if we played Norway at a neutral ground, let's say we play Norway in Spain tomorrow, people would expect us to beat them two or 3-0. So when you look back, we should be beating every single team." jelas Michael Owen.
Pertandingan memperebutkan tiket final melawan Argentina diprediksi akan menjadi ujian berat yang menuntut kesiapan penuh dari seluruh elemen tim.
"This [Argentina] is now the first game, this is a proper game, this is one that is a toss of a coin, this is one that's going to challenge us. But everything so far has been what you would expect from England, surely." ucap Michael Owen.
Ia menutup analisisnya dengan menegaskan kembali peluang bagi sang pemain muda untuk menjadi sosok penentu kemenangan tim nasional.
"We will see, but if we're going to win it, there are going to be so many twists and turns and so many heroes that we won't even be thinking at the moment. And Mainoo could be one of them." pungkas Michael Owen.
Di sisi lain, mantan gelandang Manchester United Paul Scholes justru menyuarakan kekhawatiran mengenai kondisi psikologis sang pemain akibat terus berada di bangku cadangan.
"It seems like it’s anybody but Kobbie Mainoo for Thomas Tuchel," ujar Paul Scholes dalam siniar The Good, The Bad & The Football.
Scholes menggarisbawahi hak prerogatif seorang manajer dalam menentukan komposisi pemain pilihan di dalam skuad.
"Only Tuchel will know why. I can’t imagine Kobbie being a problem in the camp. Every manager has their favourites." sambung Paul Scholes.
Ia juga berharap agar gelandang muda tersebut tidak dipaksakan tampil dalam laga krusial ini demi menghindari dampak buruk terhadap penampilannya.
"I actually hope Kobbie Mainoo doesn’t come on now because he’s probably so down, he’s not played and he’s not kicked a football in a real game. He’s been training, obviously, but if he goes in now the only thing he can do is bad." harap Paul Scholes.
Pandangan serupa juga diutarakan oleh legenda Manchester United lainnya, Nicky Butt, yang mempertanyakan keputusan taktis pelatih kepala Inggris tersebut.
“It seems like it’s anybody but Kobbie Mainoo for Thomas Tuchel at the minute,” kata Nicky Butt.
Butt menyoroti langkah Tuchel yang tetap menurunkan pemain yang dinilainya belum berada dalam kondisi kebugaran bertanding yang optimal.
“He’s bringing Reece James on who hasn’t played for three weeks because of a hamstring injury. Only Tuchel will know why, I can’t imagine Kobbie being a problem in the camp.” tutur Nicky Butt.
Ia menambahkan bahwa setiap juru taktik di dunia sepak bola pasti memiliki preferensi masing-masing terhadap susunan pemainnya.
“But every manager has their favourites, of course they do.” tambah Nicky Butt.
Butt secara terbuka berharap agar Mainoo tidak diturunkan dalam fase krusial turnamen ini tanpa adanya masa adaptasi di lapangan sebelumnya.
“Do you know something? I actually hope Kobbie Mainoo doesn’t come on now.” lanjut Nicky Butt.
Ia mengkhawatirkan tekanan tinggi babak semifinal dapat memberikan pengaruh negatif bagi kepercayaan diri sang gelandang muda jika tampil tidak maksimal.
“Because he’s probably so down, he’s not played and he’s not kicked a football in a real game. He’s been training, obviously, but if he goes in now, the only thing he can do is bad.” papar Nicky Butt.
Ia menilai atmosfer pertandingan semifinal Piala Dunia membutuhkan tingkat kesiapan kompetitif yang sangat tinggi.
“He’s not going to be at the level to go and play at that level in a semi-final. I hope he doesn’t come on.” ujar Nicky Butt.
Butt menyimpulkan bahwa tidak mendapatkan menit bermain dalam turnamen besar merupakan hal yang lumrah dialami oleh pesepak bola muda di kancah internasional.
“It’s anybody but Kobbie for Tuchel. He won’t be the first one to go to a World Cup and not play a minute, there’s a few players who have done that.” tutup Nicky Butt.
Selain Kobbie Mainoo, sejumlah nama besar dari tim semifinalis lain juga dilaporkan belum mendapatkan kesempatan bertanding oleh pelatih masing-masing di turnamen ini. Berdasarkan pemberitaan bola.com dan vietnam.vn, nama-nama seperti penjaga gawang Spanyol David Raya, bek Prancis Lucas Hernandez, hingga gelandang senior N'Golo Kante turut menjadi penghuni setia bangku cadangan hingga babak empat besar Piala Dunia 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow