Tujuh Kota di Asia Tenggara dengan Tingkat Stres Tinggi Menurut Studi 2023
Asia Tenggara menghadapi berbagai tantangan akibat pesatnya pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi, termasuk polusi, biaya hidup tinggi, serta ruang hijau yang terbatas. Dikutip dari Detik Health, sebuah studi oleh William Russell pada 2023 menilai tingkat stres di berbagai kota dunia berdasarkan indikator seperti polusi, kebersihan, tekanan finansial, biaya hidup, keamanan, dan angka bunuh diri. Dalam studi tersebut, Ho Chi Minh City, Vietnam, menempati posisi teratas di Asia Tenggara dengan skor stres 5,77, dan berada di peringkat ke-13 secara global.
Hanoi, juga di Vietnam, mengikuti dengan skor 5,64, menempati peringkat ke-18 dunia, sedangkan Manila, Filipina, berada di peringkat ke-19 dunia dengan skor 5,61.
Manila sebagai salah satu metropolitan terbesar di kawasan ini menghadapi masalah kemacetan lalu lintas, polusi, kepadatan penduduk, dan biaya hidup tinggi. Bangkok, Thailand, mendapatkan skor 4,75 dan menempati posisi ke-40 dunia, sedangkan Jakarta, Indonesia, dengan skor 4,72, berada di peringkat ke-41 global.
Kedua kota ini merupakan pusat ekonomi besar dengan populasi padat dan aktivitas perkotaan yang intens, yang turut memengaruhi tingkat stres warganya. Di sisi lain, Phuket, Thailand, memperoleh skor stres 4,31 dan menempati peringkat ke-46 dunia, sedangkan Kuala Lumpur, Malaysia, mencatat skor terendah di antara kota-kota Asia Tenggara dalam daftar ini yaitu 3,99, berada di peringkat ke-51 global.
Perlu ditegaskan bahwa skor stres ini bukan pengukuran langsung terhadap kesehatan mental warga, melainkan hasil kombinasi berbagai faktor lingkungan, ekonomi, sosial, dan keamanan yang menjadi indikator dalam studi William Russell.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow