Udinese Jamu Cremonese di Stadion Bluenergy Pekan ke-37 Serie A
Udinese bersiap menjamu Cremonese dalam pertandingan pekan ke-37 kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A, di Stadion Bluenergy, Udine, pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 01.45 WIB. Laga krusial ini mempertemukan dua tim yang mengusung misi berbeda demi memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara menjelang akhir musim.
Tuan rumah Udinese berada dalam posisi yang lebih aman setelah menempati peringkat ke-10 klasemen sementara dengan perolehan 50 poin dari 36 pertandingan. Skuad asuhan Kosta Runjaic tersebut mencatatkan tren positif dengan memenangi tiga dari lima laga terakhir di Serie A, termasuk kemenangan beruntun dengan skor 2-0 atas Torino dan Cagliari, serta keunggulan telak 3-0 melawan AC Milan.
Sebaliknya, Cremonese yang berjuluk I Grigiorossi masih terpuruk di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-18 dengan koleksi 31 poin. Berdasarkan data dari media asatunews.co.id pada pertandingan pekan ke-36 sebelumnya, tim tamu sempat tertahan dengan 28 poin sebelum berjuang menghidupkan peluang bertahan melalui laga kandang melawan Pisa di Stadion Giovanni Zini.
Manajer Cremonese, Marco Giampaolo, mengungkapkan tekanan berat yang dihadapi timnya dalam upaya meloloskan diri dari degradasi. Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers sebelum laga melawan Pisa yang dilansir oleh CalcioMercato.
"There is no other way, we have to win," kata Giampaolo, Manajer Cremonese.
Giampaolo menambahkan bahwa pertandingan di papan bawah membutuhkan mentalitas yang berbeda dari sekadar perebutan poin biasa. Ia menuntut anak asuhnya untuk menunjukkan daya juang yang maksimal di lapangan.
"These matches are worth more than three points in the table. That something extra is character, self-respect, resilience, ferocity, the ability to fight back against the table. I told the squad they are aware there is only one option," ujar Giampaolo, Manajer Cremonese.
Meski menghadapi lawan yang berada di posisi juru kunci pada laga sebelumnya, sang pelatih mengingatkan agar skuatnya tetap waspada. Menurutnya, tidak ada tim yang akan memberikan poin secara cuma-cuma.
"Nobody gives anything to anyone," ucap Giampaolo, Manajer Cremonese.
Giampaolo juga menyinggung evaluasi pascakekalahan dari Lazio pada pekan sebelumnya. Ia tetap memberikan dukungan kepada para pemainnya untuk memberikan respons positif.
"Pisa will play their match as is right. We need to look for something deeper, the feelings we have, even within the team relationship. I have nothing to reproach from the defeat against Lazio. I am not criticising the squad, I am calling them for this appointment," terang Giampaolo, Manajer Cremonese.
Ia juga membantah spekulasi yang meragukan motivasi bertanding pasukannya di masa-masa sulit ini. Giampaolo memastikan seluruh elemen tim memiliki komitmen penuh untuk meraih hasil terbaik.
"An unmotivated player is one who gives nothing emotionally, to whom winning or losing does not matter," tegas Giampaolo, Manajer Cremonese.
Sang manajer meyakini komitmen tersebut akan langsung terlihat dari sikap dan ketahanan para pemain di atas lapangan. Pertandingan ini dinilai melampaui kepentingan angka di papan klasemen.
"I do not think we have players like that here. Tomorrow there is a roll call and we are called to respond in our attitudes and our ability to be resilient. The discussion goes beyond three points," tutur Giampaolo, Manajer Cremonese.
Terkait strategi, Cremonese dikenal fleksibel dengan sering mengubah skema antara formasi tiga bek dan struktur menyerang yang dinamis. Berdasarkan data OneFootball, mereka sempat menerapkan formasi 4-4-2 dengan menduetkan Jamie Vardy dan Bonazzoli untuk menyiasati taktik lawan.
"The formation is the small part of a match that contains billions of other things," ungkap Giampaolo, Manajer Cremonese.
Fleksibilitas taktik tersebut dinilainya tidak akan berarti tanpa adanya semangat kebersamaan yang kuat dari seluruh pemain. Skema permainan hanya menjadi alat pendukung di lapangan.
"With a 5-3-2 you can win and you can lose. The module itself is worth nothing," pungkas Giampaolo, Manajer Cremonese.
Di sisi lain, catatan sejarah dari jakarta.akurat.co menunjukkan dominasi berpihak kepada Udinese saat bermain di kandang, di mana Cremonese tercatat belum pernah memenangi laga di markas Udinese sejak Maret 1976. Dari total 52 pertemuan antarkedua tim, Le Zebrette mengemas 16 kemenangan, Cremonese meraih 17 kemenangan, dan 19 laga lainnya berakhir imbang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow