Juventus Jamu Fiorentina Demi Tiket Liga Champions
Juventus menjamu rival abadinya, Fiorentina, di Stadion Allianz pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 12.00 waktu setempat guna mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions musim depan.
Pertandingan pekan ke-37 Serie A 2025-2026 ini menjadi laga kandang terakhir bagi Si Nyonya Tua. Dilansir dari sportsmole.co.uk, pelatih kepala Luciano Spalletti dapat menjamin posisi empat besar jika berhasil menyapu bersih kemenangan di dua laga sisa.
Skuad asuhan Luciano Spalletti saat ini menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan raihan 68 poin. Posisi tersebut hanya terpaut satu angka dari AC Milan dan Roma, serta unggul tiga poin dari Como yang berada di peringkat keenam.
Berdasarkan laporan beinsports.com, Juventus secara historis mendominasi pertemuan ini dengan catatan 82 kemenangan atas Fiorentina, yang menjadi jumlah kemenangan terbanyak mereka terhadap sebuah tim dalam sejarah Serie A.
Tuan rumah bermodalkan rekam jejak impresif berupa 11 pertandingan tidak terkalahkan di semua kompetisi. Sejak pekan ke-28, benteng pertahanan mereka hanya kebobolan dua gol dan mencatat tujuh kali clean sheet, menjadikannya rekor defensif terbaik di lima liga top Eropa.
Di sisi lain, Fiorentina yang kini dilatih Paolo Vanoli telah memastikan diri aman dari ancaman degradasi. Kepastian tersebut diperoleh setelah meraih hasil imbang tanpa gol melawan Genoa pada laga sebelumnya.
Kondisi internal tim tamu sendiri sempat terguncang sepanjang musim ini akibat gejolak administratif. Klub asal Florence tersebut harus kehilangan jajaran manajemen penting serta beberapa juru taktik dalam waktu yang berdekatan.
"Organizational chaos of losing 2 head coaches in a matter of months along with the 3 highest-ranking back room figures (Rocco Commisso, Joe Barone, and Daniele Pradè) in the same year." ujar Tito, Kepala Viola Nation.
Dari segi kesiapan pemain, Juventus mendapatkan tambahan amunisi setelah Arkadiusz Milik, Juan Cabal, dan Khephren Thuram pulih dari masalah kebugaran. Namun, seperti dilansir tuttosport.com, posisi penyerang utama tetap dipercayakan kepada Dusan Vlahovic yang akan berduet dengan bintang muda Kenan Yildiz.
Legenda Juventus, Alessandro Del Piero, memberikan pujian khusus terhadap performa impresif Yildiz yang musim ini telah mencatatkan 10 gol dan enam assist di Serie A setelah pulih dari radang lutut.
"Nico Paz, Arda Guler and [Rayan] Cherki excite me, and then Yildiz." kata Alessandro Del Piero, Legenda Juventus.
Mantan penyerang timnas Italia tersebut juga menepis anggapan bahwa kreativitas bermain telah hilang dari kompetisi kasta tertinggi sepak bola Italia dengan menunjuk bermunculannya talenta kreatif internasional di berbagai klub.
"Every national team has players of great creativity and flair. It is a matter of discovering them and watching them carefully." kata Alessandro Del Piero, Legenda Juventus.
Menurutnya, bakat dan imajinasi olahraga di Italia tidak pernah mati, melainkan hanya perlu ditemukan dan dikembangkan dengan baik agar kembali menonjol di lapangan hijau.
"Creativity in Italy is dead? No, it is always present here, perhaps in other sports more than football right now. It is a matter of discovering them and watching them carefully." kata Alessandro Del Piero, Legenda Juventus.
Meskipun memiliki catatan apik, analisis dari sports.yahoo.com menunjukkan bahwa Juventus kerap kesulitan membongkar pertahanan rapat dari tim-tim papan bawah, termasuk saat ditahan imbang 1-1 oleh Hellas Verona.
"I think it’s just Juventus’ problem from the last few years is that they have struggled to consistently beat the teams in the bottom half of the table," kata Danny Penza dari Black & White & Read All Over.
Untuk meredam agresivitas tuan rumah, Fiorentina akan menerapkan formasi 4-1-4-1 dengan menempatkan Roberto Piccoli sebagai ujung tombak tunggal, menggantikan Moise Kean yang absen akibat cedera tulang kering.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow