UEFA dan Concacaf Bahas Rencana Penggabungan Kompetisi Nations League

Smallest Font
Largest Font

Wacana pembentukan kompetisi Nations League gabungan yang melibatkan konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) dan Amerika Utara, Tengah, serta Karibia (Concacaf) berpeluang untuk direalisasikan. Dilansir dari Bola, kedua pihak sedang menggelar diskusi intensif terkait rencana tersebut, dengan target pelaksanaan pada musim gugur 2028. Kabar mengenai potensi merger kompetisi antarnegara ini pertama kali diangkat oleh media The Guardian.

Diskusi ini mencuat di tengah ketegangan antara UEFA dan Concacaf dengan FIFA, menyusul batalnya rencana penjualan 20 persen hak Piala Dunia kepada investor luar serta dorongan pergantian Presiden FIFA, Gianni Infantino. Meskipun terjadi dinamika politik di tubuh FIFA, seorang sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menegaskan bahwa gagasan penggabungan Nations League bukan merupakan efek langsung dari situasi di FIFA. Hubungan kerja sama antara UEFA dan Concacaf memang telah terjalin semakin erat belakangan ini.

Kedua badan sepak bola tersebut sebelumnya telah menyepakati nota kesepahaman pada April lalu. Kerja sama itu difokuskan pada pengembangan para pemain, pelatih, wasit, hingga jajaran administrator sepak bola di kedua kawasan.

Sistem Liga Bertingkat dan Tantangan Format

Hingga saat ini, belum ada formula resmi mengenai format turnamen gabungan tersebut. Kendati demikian, wacana yang berkembang mencakup opsi untuk tetap mempertahankan sistem liga bertingkat sebagaimana yang diterapkan pada Nations League UEFA maupun Concacaf saat ini.

Pemilihan waktu pelaksanaan pada musim gugur 2028 juga didasari oleh kebutuhan masa persiapan. Mengingat babak baru Nations League Concacaf 2027 akan segera bergulir bulan depan, waktu yang tersedia tidak memungkinkan untuk mengubah struktur kompetisi secara mendadak. Pihak UEFA dan Concacaf sendiri memilih tidak memberikan tanggapan resmi.

Peluang Pasar dan Pertandingan Berkualitas

Pihak Concacaf dinilai sangat berminat pada wacana ini. Sejak diperkenalkan pada 2018, format Nations League di Concacaf terbukti memberi keuntungan bagi negara-negara berperingkat rendah, tetapi membatasi ruang bagi tim besar seperti Meksiko dan Amerika Serikat yang kini langsung lolos ke perempat final.

Akibatnya, tim-tim besar Concacaf kesulitan menjadwalkan laga uji coba melawan negara-negara Eropa yang jadwalnya sudah padat oleh Nations League UEFA. Penyelenggaraan kompetisi gabungan ini diharapkan mampu menghadirkan laga-laga berkualitas tinggi sekaligus membuka akses pasar olahraga Amerika Utara yang potensial bagi UEFA.

Salah satu poin krusial yang masih perlu dibahas lebih lanjut adalah mekanisme promosi dan degradasi. Sistem tersebut berpotensi membuat divisi teratas didominasi oleh tim-tim kuat dari UEFA, namun pembahasan rinci mengenai hal ini baru akan dilakukan pada tahap berikutnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed