Umat Islam Menunaikan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram
Umat Islam dianjurkan melaksanakan ibadah puasa sunnah Tasua dan Asyura pada awal tahun baru Hijriah di bulan Muharram. Langkah ini menjadi amalan untuk meningkatkan ketakwaan serta membersihkan dosa-dosa masa lalu, dilansir dari Palpres.com.
Pelaksanaan ibadah ini dilakukan dengan menahan diri dari lapar, haus, dan hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Pembacaan niat menjadi bagian penting sebelum memulai puasa tersebut.
“Saya niat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta’ala.” tulis Palpres.com, media massa.
Umat Muslim dapat melafalkan niat tersebut pada malam hari sebelum menunaikan puasa pada tanggal 9 Muharram. Melanjutkan ibadah ke hari berikutnya, lafal niat disesuaikan dengan hari Asyura.
“Saya niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala.” tulis Palpres.com, media massa.
Sejarah mencatat, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, kaum Yahudi berpuasa pada 10 Muharram sebagai syukur atas penyelamatan Nabi Musa AS dari Fir'aun. Rasulullah SAW kemudian turut berpuasa dan menganjurkan umat Islam mengikutinya.
Keutamaan besar melekat pada ibadah di hari kesepuluh bulan Muharram ini, sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim.
"Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura, aku berharap ia akan diampuni Allah atas segala dosanya selama satu tahun yang telah berlalu." sabda Rasulullah SAW, Nabi umat Islam.
Penambahan puasa Tasua pada 9 Muharram diniatkan Rasulullah SAW sebagai pembeda agar tata cara ibadah umat Islam memiliki ciri khas tersendiri. Amalan dua hari berurutan ini melatih kesabaran sekaligus menyempurnakan ibadah.
"Jadi, amalan ini menjadi jalan bagi seseorang untuk meraih pengampunan Allah SWT atas segala kekeliruan dan dosa‑dosa ringan yang telah dilakukan sepanjang satu tahun yang lalu." tulis Palpres.com, media massa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow