Vaibhav Sooryavanshi Cetak Rekor IPL Jelang Laga Kualifikasi Kedua
Pemain muda Rajasthan Royals Vaibhav Sooryavanshi memecahkan rekor sejarah Indian Premier League 2026 sebagai pemukul tercepat yang mencapai 1.000 lari jelang pertandingan Kualifikasi 2 melawan Gujarat Titans di New Chandigarh pada Jumat.
Sooryavanshi menembus angka 1.000 lari hanya dalam 440 bola dan melampaui rekor Andre Russell yang membutuhkan 545 bola. Atlet berusia 15 tahun tersebut juga melewati rekor Jos Buttler dengan mencetak lebih dari 133 batas pukulan berupa empat angka dan enam angka dalam satu musim.
Ayah Sooryavanshi yang bernama Sanjiv menjadi sosok di balik kedisiplinan sang atlet sejak masa kecil hingga menembus kompetisi profesional kriket senior.
"All this is because of my father. Since childhood, he has made me practice so much that if I do not practice even for a day, it feels like my life has slowed down a bit. So, I do not need to take a very long break; one day is enough," ujar Vaibhav Sooryavanshi, Pemain Rajasthan Royals.
Remaja asal Samastipur Bihar ini bahkan rela melewatkan ujian dewan standar ke-10 demi memfokuskan diri pada persiapan terstruktur menjelang kompetisi kriket kasta tertinggi tersebut.
"I felt I should practice because the IPL was approaching and I was also coming back after playing one-day cricket (U-19 World Cup). There was a change in format too, so I needed to work on certain aspects of my game," kata Vaibhav Sooryavanshi, Pemain Rajasthan Royals.
Di balik performa agresif di lapangan hijau yang membuahkan total 680 lari dan rekor 65 pukulan enam angka sepanjang musim, Sooryavanshi mengaku masih gemar menonton acara animasi di waktu luangnya.
"When I used to stay at home two or three years ago and played matches or practiced there, whenever I had free time at home, I used to watch cartoons, and I really enjoyed it," ucap Vaibhav Sooryavanshi, Pemain Rajasthan Royals.
Pemain kidal ini menegaskan bahwa kebiasaan masa kecilnya tersebut tidak berubah sama sekali demi mencari ketenangan di tengah tekanan ketenaran media kriket India.
"Even now, whenever I feel like I need some relaxation or peace, I watch cartoons. I sit comfortably in my room and watch whichever cartoons I like. It feels really nice and reminds me a lot of home," tambah Vaibhav Sooryavanshi, Pemain Rajasthan Royals.
Kedewasaan Sooryavanshi juga terlihat saat dirinya lebih mementingkan kemenangan tim dibandingkan pencapaian individu di atas lapangan kriket.
"If I score 80 instead of a hundred and my team wins, and if we still do not win despite me scoring a century, then that 80 means more to me than the hundred," jelas Vaibhav Sooryavanshi, Pemain Rajasthan Royals.
Pada laga eliminator melawan Sunrisers Hyderabad hari Rabu, Sooryavanshi gagal mencetak hitungan seratus lari tercepat setelah keluar pada posisi nilai 97 dari 29 bola demi mengejar batas lapangan.
"I found out about the fastest hundred record only after I got out. At that time, I only wanted to contribute how much I can for the team," tutur Vaibhav Sooryavanshi, Pemain Rajasthan Royals.
Pada laga Kualifikasi 2, kapten Rajasthan Royals Riyan Parag memenangkan lemparan koin dan memilih untuk memukul terlebih dahulu sehingga timnya sukses mencetak total skor 214 lari.
Sooryavanshi memimpin penyerangan di Mullanpur dengan mencetak 96 lari, sementara pelempar bola Gujarat Titans Mohammed Siraj mengalami laga yang sulit dengan kebobolan 42 lari meski sempat mengalami cedera bahu ringan.
Di sisi lain, pelempar bola utama Gujarat Titans Kagiso Rabada yang mengoleksi 26 pukulan bersiap menahan laju agresif Sooryavanshi demi memperebutkan tiket final melawan Royal Challengers Bengaluru hari Minggu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow