Pemerintah Vietnam Sita Ribuan Barang Palsu dalam Operasi Skala Besar
Otoritas penegak hukum Vietnam mengintensifkan razia besar-besaran di berbagai wilayah hingga Mei 2026 untuk memberantas jaringan perdagangan barang palsu dan penyelundupan yang merugikan hak kekayaan intelektual merek-merek internasional.
Langkah tegas ini diambil menyusul instruksi Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung pada 5 Mei lalu yang memerintahkan operasi penegakan hukum terpadu selama 45 hari dari 7 hingga 30 Mei guna meningkatkan penindakan kasus kekayaan intelektual sebesar 20 persen.
Di Kota Ho Chi Minh, Divisi Polisi Ekonomi menahan seorang pemilik usaha bernama Nguyen Tran Viet Hoang (33) pada 20 Mei setelah menggerebek tiga gerai toko K.W Sneaker secara serentak.
Petugas menyita hampir 1.500 pasang sepatu tiruan merek Nike, Adidas, New Balance, dan Onitsuka Tiger tanpa dokumen resmi dengan nilai perkiraan mencapai lebih dari 3,3 miliar dong Vietnam atau sekitar US$125 ribu.
Pihak kepolisian melaporkan bahwa pelaku mendapatkan barang-barang ilegal tersebut melalui grup online di media sosial sejak Februari 2023 demi meraup keuntungan ilegal yang diperkirakan melebihi 1 miliar dong Vietnam.
Selain kepolisian, pasukan bea cukai di Pos Gerbang Perbatasan Internasional Ta Lung memeriksa kiriman transit pada 17 Mei dan menyita 12.140 syal kain, 11.830 topi, serta 960 masker tiruan yang melanggar hak kekayaan intelektual merek Amerika Serikat, Harley-Davidson.
Penindakan serupa juga terjadi di Gerbang Perbatasan Internasional Binh Hiep pada 12 Mei terhadap kontainer asal Tiongkok milik Loc Thanh Trading and Import-Export Company Limited yang kedapatan membawa puluhan produk tidak dideklarasikan, termasuk sepatu palsu Nike dan Adidas.
Sementara itu, aparat manajemen pasar di wilayah Lao Cai dan Quang Ngai turut memperketat pengawasan, termasuk menyasar perdagangan digital dan pasar-pasar dataran tinggi seperti Coc Ly, Bac Ha, dan Si Ma Cai.
Di pasar Coc Ly, petugas memaksa pemilik kios untuk memusnahkan langsung produk makanan bubuk ilegal tanpa asal-usul yang jelas di tempat.
Berdasarkan data kumulatif dari Tim 7 Departemen Manajemen Pasar Provinsi, otoritas telah menangani 30 pelanggaran di pasar dataran tinggi sejak awal tahun, dengan rincian 24 kasus barang tidak diketahui asal-usulnya dan 6 kasus barang palsu yang menghasilkan denda administratif sebesar 255,8 juta VND.
Secara terpisah, Wakil Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Provinsi, Tran Van Chien, menyatakan bahwa pihaknya akan mengawasi pergerakan pasar secara ketat guna mengantisipasi pelanggaran dagang.
"Dinas akan memantau perkembangan pasar secara cermat untuk secara proaktif mengembangkan program dan rencana inspeksi dan pengendalian, dengan tujuan untuk segera mendeteksi dan mencegah potensi pelanggaran; terutama di bidang e-commerce." kata Tran Van Chien.
Otoritas juga memfokuskan strategi pada edukasi masyarakat setempat agar lebih jeli mengenali keaslian produk komersial.
"Unit ini akan mengarahkan tim-tim lokal untuk berkoordinasi dengan pasukan fungsional guna melakukan inspeksi tematik; melakukan pengintaian di daerah-daerah di mana pelanggaran sering terjadi; dan pada saat yang sama, memperkuat penyebaran informasi tentang cara mengidentifikasi barang asli dan palsu kepada masyarakat," tegas Tran Van Chien.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow