Elizabeth Warren Desak Donald Trump Ungkap Pemasukan Kripto 2026
Senator Amerika Serikat Elizabeth Warren melayangkan surat resmi pada Kamis, 16 Juli 2026, yang menuntut Presiden Donald Trump untuk mengungkapkan rincian pendapatan dari bisnis kripto miliknya sepanjang awal tahun 2026.
Tuntutan ini muncul setelah laporan keuangan federalnya menunjukkan perolehan pendapatan mencapai 1,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp25,11 triliun dari berbagai proyek kripto keluarga pada tahun 2025. Dilansir dari Reuters, dana tersebut mengalir melalui entitas seperti World Liberty Financial dan koin meme Official Trump (TRUMP).
Warren memberikan tenggat waktu hingga 23 Juli 2026 agar informasi tersebut dibuka secara sukarela, bertepatan dengan momentum Senat yang tengah menggodok rancangan undang-undang regulasi kripto, Digital Asset Market Clarity Act. Senator dari Partai Demokrat tersebut mengkhawatirkan adanya konflik kepentingan karena regulasi yang sedang disusun dapat mendongkrak nilai aset digital sang presiden.
"(Pengungkapan keuangan Trump) menimbulkan pertanyaan penting tentang kepatutan presiden, wakil presiden, pejabat senior pemerintahan, anggota kongres, dan keluarga mereka yang mengambil keuntungan dari industri kripto, tepat ketika Senat AS sedang membahas undang-undang struktur pasar kripto yang berpotensi meningkatkan nilai kepemilikan kripto Anda," tulis Elizabeth Warren, Senator AS dalam suratnya seperti dikutip dari crypto.news.
Warren menegaskan bahwa tanpa aturan etika yang ketat, regulasi baru ini justru berpotensi menguntungkan portofolio pribadi keluarga presiden secara finansial.
"(Tanpa) pengaman yang memadai, Clarity akan mempercepat konflik kepentingan presiden yang signifikan dan hampir pasti meningkatkan nilai kepemilikan kripto miliknya dan keluarganya," tambah Elizabeth Warren, Senator AS.
Di sisi lain, gelombang protes juga datang dari sejumlah senator Demokrat lainnya. Senator Kirsten Gillibrand menyoroti pendapatan royalti dari penerbitan koin meme yang memakai nama presiden yang mencapai 636 juta dolar AS.
"Kita tidak boleh membiarkan konflik kepentingan menghancurkan kesempatan untuk memperkuat perlindungan konsumen, menindak keuangan ilegal, dan memperluas peluang ekonomi bagi jutaan warga Amerika yang telah ditinggalkan oleh sistem keuangan kita," kata Kirsten Gillibrand, Senator Demokrat dari New York.
Gillibrand mendesak agar aturan hukum yang baru secara tegas membatasi pejabat tinggi negara dari keuntungan industri ini.
"Waktu untuk bertindak adalah sekarang — dan itu harus mencakup reformasi etika yang melarang anggota Kongres, presiden, dan pasangan mereka untuk mendapatkan keuntungan dari jabatan mereka," tegas Kirsten Gillibrand, Senator Demokrat dari New York.
Menanggapi tuduhan konflik kepentingan tersebut, pihak Donald Trump membantah adanya pelanggaran hukum dalam investasi yang dilakukannya.
"Tidak ada yang ilegal dan tidak ada yang salah dengan menghasilkan uang dari investasi kriptonya saat menjabat sebagai presiden," tegas Donald Trump, Presiden AS dalam wawancara pada 2 Juli.
Presiden Trump pun mengklaim bahwa keuntungan finansial yang didapatnya terjadi seiring dengan tren positif pasar keuangan.
"Kalian tahu kenapa saya untung, karena pasar saham sedang naik, semua orang untung," ujar Donald Trump, Presiden AS kepada wartawan usai perilisan laporan pengungkapan kekayaannya.
Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly turut membantah klaim benturan kepentingan tersebut dan menjelaskan bahwa seluruh aset presiden telah dialihkan pengelolaannya kepada pihak ketiga yang independen. Sementara itu, berdasarkan analisis data dari dokumen pengungkapan keuangan, perolehan besar dari kripto tersebut justru banyak dialihkan oleh Trump ke instrumen tradisional seperti saham dan obligasi.
"Meski Presiden berbicara mengenai aset digital sebagai masa depan sistem keuangan dan menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia, dokumen pengungkapan ini menunjukkan strategi pribadinya adalah memperoleh keuntungan cepat dari kripto, lalu menginvestasikan laba tersebut ke aset tradisional seperti saham dan obligasi," ujar Timothy Massad, Direktur Digital Assets Policy Project di Harvard Kennedy School.
Pendapat senada disampaikan oleh pengamat industri yang menilai langkah diversifikasi sang presiden menunjukkan penempatan prioritas asetnya.
"Pengungkapan ini mencatat lebih dari satu miliar dolar pendapatan kripto dari World Liberty Financial dan token TRUMP," kata Daniel Newman, CEO The Futurum Group kepada Business Insider.
Meskipun demikian, pihak internal perusahaan bentukan keluarga Trump tetap menyatakan komitmen jangka panjang mereka terhadap ekosistem aset digital.
"Kebebasan dunia dibangun untuk jangka panjang, dan kami sangat meyakini bahwa masa depan layanan keuangan akan dirancang dengan teknologi aset digital," kata David Wachsman, Juru Bicara World Liberty Financial.
Di samping itu, internal manajemen Trump Organization juga memastikan struktur keuangan mereka berada dalam performa yang aman.
"Menunjukkan bahwa The Trump Organization terus mempertahankan posisi keuangan yang kuat, didukung oleh aset bernilai tinggi berkelas dunia, likuiditas yang substansial, serta neraca keuangan yang konservatif," tulis Juru Bicara Trump Organization dalam pernyataan resminya.
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menyatakan pemungutan suara terhadap RUU struktur pasar kripto ini akan tetap dilaksanakan sebelum masa reses Agustus 2026. Guna meloloskan RUU tersebut dibutuhkan minimal 60 suara di Senat, yang berarti kubu Republik wajib merangkul dukungan dari beberapa anggota faksi Demokrat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow