Kekayaan Donald Trump Melonjak Tembus Rp117 Triliun akibat Bisnis Kripto
Kekayaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melonjak drastis hingga mencapai US$6,5 miliar atau sekitar Rp117 triliun setelah 17 bulan menjabat di periode keduanya. Kenaikan signifikan ini didorong oleh ekspansi agresif bisnis aset digital dan kripto milik keluarganya sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan pengungkapan keuangan tahunan yang dirilis oleh Kantor Etika Pemerintah AS (OGE) pada Selasa (30/6) waktu setempat, Trump mengantongi pendapatan tambahan lebih dari US$1,4 bahakan mendekati US$2,3 miliar dari berbagai proyek kripto. Sumber pendapatan terbesar berasal dari World Liberty Financial (WLF), sebuah startup kripto yang didirikan bersama putra-putranya, serta penjualan koin meme bertema dirinya.
Data dari Forbes dan CNBC Indonesia menunjukkan pergeseran sumber kekayaan Trump yang selama puluhan tahun didominasi oleh sektor properti mewah. Dokumen OGE setebal 927 halaman mencatat bahwa Trump menerima hampir US$800 juta dari WLF yang mencakup penjualan token WLFI dan saham perusahaan, ditambah royalti sebesar US$635 juta dari koin meme $TRUMP yang diluncurkan menjelang pelantikannya pada Januari 2025.
Di samping bisnis digital, bisnis tradisional Trump seperti lapangan golf dan resor juga mengalami pertumbuhan pendapatan sekitar 15 persen. Resor Mar-a-Lago di Florida mencatatkan lonjakan pendapatan menjadi US$77 juta, sementara klub golf di West Palm Beach naik 27 persen. Trump juga memperoleh US$80 juta dari penyelesaian sengketa hukum media dan US$52 juta dari lisensi merek di Timur Tengah.
Lonjakan kekayaan ini memicu kritik keras dari para pakar etika pemerintahan karena terjadi bersamaan dengan kebijakan administrasi Trump yang melonggarkan pengawasan industri kripto oleh Departemen Kehakiman dan SEC. Mantan pejabat Kantor Etika Pemerintah AS, Don Fox, menilai Trump telah mengabaikan norma pasca-Watergate terkait pemisahan bisnis pribadi dan jabatan publik.
Namun, pihak Gedung Putih membantah keras tudingan adanya konflik kepentingan dalam pengambilan kebijakan regulasi aset digital tersebut.
"Baik Presiden maupun keluarganya tidak pernah terlibat, dan tidak akan pernah terlibat, dalam konflik kepentingan," kata Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih Anna Kelly dalam pernyataan kepada AFP, Rabu (1/7/2026).
Kelly menambahkan bahwa seluruh kebijakan yang diambil ditujukan untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia demi kepentingan rakyat.
"Semua tindakan Presiden Trump dan pemerintahannya diambil demi kepentingan terbaik rakyat Amerika. Siapa pun yang menyebarkan narasi sebaliknya, hanya mengulang tuduhan lama dan keliru yang telah digaungkan Partai Demokrat dan media arus utama selama satu dekade," imbuhnya.
"Baik Presiden maupun keluarganya tidak pernah -- dan tidak akan pernah -- terlibat dalam konflik kepentingan. Presiden Trump dengan bangga menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia melalui langkah-langkah eksekutifnya," kata juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly.
Pernyataan Kelly menegaskan posisi pemerintah terhadap kritik dari oposisi dan media mengenai dana perwalian Trump.
"Semua tindakan yang diambil oleh Presiden Trump dan pemerintahannya dilakukan demi kepentingan terbaik rakyat Amerika -- dan pihak mana pun yang mengaku sebagai 'wartawan' namun menyebarkan narasi sebaliknya, hanyalah mendaur ulang narasi palsu yang usang, yang terus digaungkan oleh Partai Demokrat dan media arus utama selama satu dekade terakhir," sebutnya.
Saat ini, seluruh aset Trump ditempatkan dalam sebuah dana perwalian (trust) yang dikelola oleh putranya, Donald Trump Jr. Kendati demikian, anggaran dasar dokumen tersebut memungkinkan pembubaran trust kapan saja, sehingga Trump dapat kembali mengambil alih kendali penuh setelah masa jabatannya berakhir pada tahun 2029.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow