Senat AS Tolak Anggaran Pasukan ICE demi Proyek Ruang Dansa Trump

Smallest Font
Largest Font

Senat Amerika Serikat menolak meloloskan rancangan undang-undang pendanaan penegakan hukum imigrasi akibat perselisihan anggaran pengamanan proyek ruang dansa mewah Presiden Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis (21/5).

Penolakan bermula dari tekanan administrasi Trump kepada faksi Republik untuk memasukkan dana pengamanan Dinas Rahasia sebesar 1 miliar dolar AS ke dalam RUU senilai 70 miliar dolar AS guna memulihkan anggaran Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) serta Patroli Perbatasan.

Rencana penambahan anggaran tersebut menghadapi perlawanan dari sejumlah senator Partai Republik yang mempertanyakan efisiensi biaya dan alokasi dana pembayar pajak di tengah melonjaknya kekhawatiran biaya hidup warga Amerika menjelang pemilu paruh waktu November mendatang.

Di sisi lain, Wakil Kepala Staf Kebijakan Gedung Putih dan Penasihat Keamanan Dalam Negeri Stephen Miller membela dana pembayar pajak sebesar 1,776 miliar dolar AS yang dialokasikan pemerintah untuk kompensasi pihak yang diklaim sebagai korban persekusi salah sasaran oleh pemerintah federal.

Dana kompensasi kontroversial tersebut dilaporkan mencakup ratusan perusuh dalam serangan di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021, yang memicu penolakan keras dari 25 senator Republik saat bertemu dengan Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche pada Kamis.

"That’s a good closing question only because it allows me to say this, which is that the- we lived through four years of– more than four years, actually, but I’ll just say four years in this case, of unimaginable weaponization of the federal government against innocent people," ujar Stephen Miller, Wakil Kepala Staf Kebijakan Gedung Putih.

Pernyataan tersebut disampaikan Miller untuk menjawab pertanyaan wartawan mengenai penolakan dari para anggota legislatif terkait dana kompensasi itu sebelum ia menyudahi pengarahan pers secara sepihak.

"We’ve had so many lives- it really goes back to, I would say, further, but so many lives destroyed, so many livelihoods ruined, so many people who were deprived of their fundamental rights and freedoms as American citizens. And this settlement is just a small measure of the justice that they are owed," lanjut Stephen Miller, Wakil Kepala Staf Kebijakan Gedung Putih.

Miller kemudian langsung meninggalkan ruangan pengarahan pers tanpa memberikan kesempatan bagi wartawan untuk mengajukan pertanyaan lanjutan.

"anyway, thank you all for your time" kata Stephen Miller, Wakil Kepala Staf Kebijakan Gedung Putih.

Sementara itu, Presiden Donald Trump memberikan tanggapan terpisah mengenai penolakan dana pengamanan proyek ruang dansa tersebut dengan mengklaim bahwa pembangunan kompleks itu dilakukan bersama militer dan Dinas Rahasia demi keamanan nasional.

"I really don’t know. I don’t need money for the ballroom, I’m making a gift of the ballroom. We’re on time, on budget, it’s going beautifully. I have all the money I need, I’m making a gift to the United States. The ballroom is paid for, it’s a gift." kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump juga menambahkan bahwa dana pengamanan tersebut ditujukan untuk pembangunan fasilitas pendukung seperti pelabuhan drone dan kaca tahan peluru di Gedung Putih.

"If they want to spend money securing the White House, I think it would be very much a good expenditure." tutur Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Saat didesak mengenai konsekuensi jika Kongres Amerika Serikat menolak untuk menandatangani anggaran pengamanan tersebut, Trump memberikan peringatan singkat terkait kondisi keamanan istana kepresidenan.

"Well, the White House won’t be a very secure place." ucap Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Penolakan internal dari Partai Republik ini membuat pemimpin mayoritas Senat John Thune mengakui adanya masalah penentuan suara dan aturan parlementer di dalam kamar legislatif.

"There’s always a consequence with taking on United States senators," kata John Thune, Pemimpin Mayoritas Senat.

Thune menambahkan bahwa meskipun presiden memiliki hak prerogatif untuk mendukung figur pilihannya, tugas utama Senat adalah menjalankan agenda legislasi yang kini menjadi lebih rumit.

"[The president] obviously has his favorites and people he wants to endorse and that’s his prerogative. But what we have to deal with up here is moving the agenda, and obviously that can become slightly more complicated." jelas John Thune, Pemimpin Mayoritas Senat.

Penilaian senada disampaikan Senator Republik John Kennedy yang menyebut pembahasan regulasi ini harus diulang dari awal karena kekurangan dukungan suara.

"back to square one" kata John Kennedy, Senator Republik.

Ketiadaan dukungan konkret ini membuat kelanjutan RUU pendanaan ICE terancam mandek sebelum masa reses Senat.

"the votes are not there." pungkas John Kennedy, Senator Republik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed