Willem II Segel Promosi ke Eredivisie Usai Tekuk FC Volendam

Smallest Font
Largest Font

Willem II memastikan diri promosi kembali ke kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie, setelah menundangkan FC Volendam lewat adu penalti pada laga leg kedua babak final play-off yang berlangsung hari Sabtu, 23 Mei 2026.

Klub asal Tilburg tersebut datang sebagai tim yang tidak diunggulkan setelah menelan kekalahan 1-2 pada laga leg pertama di kandang sendiri. Namun, Willem II mampu menyamakan agregat dengan memenangi laga di markas FC Volendam lewat skor serupa 2-1.

Pertandingan kemudian berlanjut ke babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya ditentukan melalui drama adu penalti. Kiper Willem II, Thomas Didillon-Hodl, keluar sebagai pahlawan setelah menggagalkan eksekusi penalti lawan dan sukses mengeksekusi sendiri tendangan penalti penentu kemenangan.

Keberhasilan ini disambut emosional oleh segenap tim, termasuk sang penjaga gawang yang mengaku sudah mengasah kemampuannya sebelum pertandingan penentuan tersebut.

"I schoot tijdens de training al goed", vertelt hij direct na afloop voor de camera bij ESPN. "Voetbal is gewoon een spelletje. Je ziet dat het team een vechtershart heeft. We hebben zo hard gewerkt. Dit is de promotie van discipline, consistentie en inspanning en elke dag hard werken."

Pertandingan yang menguras energi tersebut juga diakui oleh kapten tim, Justin Hoogma. Ia menyebut seluruh pemain berjuang habis-habisan hingga batas kemampuan fisik mereka demi mengamankan tiket promosi.

"De verlenging was kunst en vliegwerk. Iedereen zat helemaal kapot", zeg aanvoerder Justin Hoogma.

Di sisi lain, pelatih kepala Willem II, John Stegeman, terlihat menangis haru saat melakukan sesi wawancara setelah pertandingan berakhir. Dilansir dari fcupdate.nl, Stegeman mengakui timnya sempat kehilangan kendali permainan dan harus bertahan sekuat tenaga demi melewati laga melelahkan sepanjang musim.

"Ik raakte gedurende de wedstrijd wel een keertje onrustig. Lekker belangrijk…", waren de eerste woorden van Stegeman na afloop.

Stegeman memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemain yang mampu berjuang di tengah badai cedera. Keberhasilan ini dinilai luar biasa karena tim harus mengarungi total 46 pertandingan berat hingga memainkan pemain dari tim pelapis.

"Nee, we hadden geen grip meer. We We moesten overleven en dat hebben we gedaan. We hebben 46 wedstrijden gespeeld, hadden heel veel geblesseerden en dan met dit elftal, met echt heel veel goede spelers, dit over de streep trekken… Jongens uit het tweede nog laten debuteren. In één woord: geweldig en heel knap. Ik ben heel trots op wat ze hebben geflikt. Echt heel knap."

Tangisan sang pelatih di depan kamera ESPN mengundang pertanyaan dari jurnalis Hans Kraay junior mengenai makna mendalam di balik emosi tersebut. Menurut laporan omroepbrabant.nl, Stegeman kemudian mengungkapkan bahwa momen emosional ini berkaitan erat dengan mendiang ayahnya serta pencapaian sang anak di hari yang sama.

"Ik moest heel erg aan mijn vader denken. Die is vorig jaar overleden", reageerde Stegeman.

Pelatih berusia 49 tahun tersebut menambahkan bahwa kerinduan mendalam kepada sang ayah menjadi alasan utama dirinya tidak mampu membendung air mata di akhir laga.

"Hij was mijn grootste fan. En mijn zoon is vandaag kampioen geworden. Alles valt vandaag samen. Mijn zoon was vanochtend nog op het kerkhof. Hij stuurde een foto. Vandaar dat ik emotioneel werd. Hij is mijn grootste fan. En niet meer en niet minder. Ik mis hem heel erg. Deze is voor hem. En sorry dat ik moest huilen", aldus de coach.

Dalam wawancara terpisah yang disiarkan omroepbrabant.nl, Stegeman kembali menegaskan rasa bangganya terhadap dedikasi skuad Willem II sepanjang musim kompetisi yang panjang ini.

"46 wedstrijden spelen, met veel geblesseerden en dan het zo over de streep trekken: in één woord geweldig. Ik ben echt trots op ze."

Ia juga kembali menceritakan bagaimana pesan dari anaknya yang mengunjungi makam sang kakek di pagi hari menguatkan ikatan emosional kemenangan ini.

"Ik moest heel erg aan mijn vader denken, die vorig jaar is overleden. Hij was mijn grootste fan. En mijn zoon is vandaag kampioen geworden. Alles valt samen. Mijn zoon was vanochtend op het kerkhof en hij stuurde een foto. 'Opa is bij ons'. Vandaar dat ik emotioneel ben. Ik mis hem heel erg en deze is voor hem."

Sesuai jadwal yang dirilis oleh manajemen klub, perayaan resmi dan acara penghormatan bagi para pemain Willem II akan dilangsungkan di kota Tilburg pada Senin sore dimulai pukul 15.00 hingga 19.00 waktu setempat.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed