Yayoi Kusama Seniman Avant-Garde Jepang Meninggal Dunia Usia 97 Tahun
Dunia seni rupa kontemporer kehilangan salah satu tokoh besarnya setelah seniman avant-garde asal Jepang, Yayoi Kusama, mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Tokyo. Sosok yang mendedikasikan hidupnya selama 74 tahun untuk mengabadikan motif polkadot dan instalasi ruang cermin tersebut meninggal pada 14 Agustus di usia 97 tahun, dilansir dari Detikcom.
Kabar duka ini dikonfirmasi melalui pernyataan resmi pihak museum dan yayasan yang menaungi karyanya. Dedikasi Kusama dalam menciptakan karya seni mencakup berbagai disiplin, mulai dari seni rupa, seni pertunjukkan, hingga sastra.
"Sepanjang hidupnya yang luar biasa dan sepenuhnya didedikasikan untuk penciptaan seni, Kusama menjalani karier yang diakui secara internasional sebagai seniman pelopor avant-garde, dengan karya yang mencakup seni rupa, seni pertunjukan, fiksi, dan puisi," tulis keterangan akun resmi Yayoi Kusama.
Sebelum kepergian sang legenda, nilai pasar karya seni buatan Kusama terus melonjak pesat di balai lelang internasional. Pada tahun 2022, lukisan berjudul Untitled (Nets) dari seri Infinity Nets terjual di balai lelang Phillips New York dengan harga rekor mencapai Rp 185 miliar.
Tren penjualan bernilai fantastis ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Lukisan A Flower (2014) laku terjual di balai lelang Christie's seharga Rp 177 miliar pada tahun 2023.
Rekor harga tinggi juga dicatatkan oleh lukisan labu bertajuk Pumpkin (2013) yang menembus angka Rp 141 miliar saat dilelang pada tahun 2021. Sementara itu, lukisan seri Infinity Nets buatan tahun 1959 dari koleksi Günther Uecker berhasil terjual senilai Rp 140 miliar pada tahun 2019.
Berdasarkan dataHisox Artist Top 100, Kusama mengukuhkan posisinya sebagai salah satu seniman kontemporer papan atas. Laporan balai lelang besar mencatat adanya kenaikan stabil pada penjualan karyanya sebesar 179 persen dalam jangka waktu lima tahun terakhir.
"Meski telah berusia di atas 95 tahun, Yayoi Kusama jadi seniman perempuan paling berpengaruh," ungkap Kepala Divisi Seni dan Klien Private di Hiscox, Robert Read.
Hiscox juga mencatat kontribusi seniman perempuan dalam pasar seni kontemporer global mengalami kenaikan. Pada tahun 2023, penjualan karya seniman perempuan menyumbang 32 persen dari total pasar, meningkat dari capaian sebelumnya sebesar 29 persen.
Hingga akhir hayatnya, sosok yang dijuluki Ratu Polkadot ini tetap aktif berkarya dan memegang teguh keyakinannya bahwa seni serta cinta memiliki kekuatan untuk memberikan dampak positif bagi dunia.
"Kami akan meneruskan amanat Kusama dan, melalui seni, terus menghadirkan harapan serta kekuatan bagi masa depan masyarakat di seluruh dunia," sambung Yayoi Kusama Museum dan Foundation.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow