Yukie PAS Band Mengalami Kecelakaan akibat Microsleep Pengemudi Lain
Kecelakaan lalu lintas menimpa vokalis PAS Band, Yukie Tendo, pada Sabtu (15/8) siang. Peristiwa yang terjadi di Jalan AH Nasution, Sukamiskin Arcamanik, Bandung tersebut melibatkannya dengan kendaraan lain yang ditabrak oleh pengemudi yang mengalami microsleep.
Seperti dikutip dari Detik Oto, insiden ini berawal dari hilangnya kendali pengemudi mobil penabrak lantaran tertidur sejenak saat mengemudi. Kondisi fisik yang sangat lelah menjadi penyebab utama pengemudi tersebut tidak sengaja tertidur di balik kemudi.
Drummer PAS Band, Sandy, mengonfirmasi mengenai penyebab insiden yang dialami rekan satu bandnya tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak keluarga pengemudi telah bersikap kooperatif usai mengetahui pemicu utama peristiwa itu.
"Keluarga penabrak sudah kooperatif, ternyata microsleep," ujar Sandy.
Benturan keras dalam insiden tersebut mengakibatkan Yukie menderita luka serius di bagian kepala. Pihak medis harus memberikan 10 jahitan untuk menangani luka yang dialaminya.
Sony Susmana selaku praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menjelaskan bahwa microsleep menandakan tingkat keletihan yang sangat tinggi pada pengemudi.
"Microsleep adalah sebuah kondisi di mana otak pengemudi blank karena terlalu lelah akibat tidak beristirahat untuk refresh secara berkala," jelas Sony.
Untuk menghindari risiko terjadinya microsleep, Sony membagikan sejumlah langkah pencegahan bagi para pengendara. Pengemudi diimbau memastikan kecukupan waktu tidur sebelum memulai perjalanan serta menjadwalkan waktu istirahat secara rutin.
"Biasakan tidur cukup sebelum mengemudi dan istirahat berkala. Ketika saat mengemudi dan badan sudah memberikan sign nguap, pegal-pegal, artinya harus stop dan istirahat, stretching ringan," saran Sony.
Pandangan serupa disampaikan oleh Jusri Pulubuhu, Founder dan Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Ia mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri terus berjalan saat tubuh sudah merasa lelah. Memaksa mengemudi dalam kondisi lelah dapat menurunkan refleks dan membahayakan keselamatan.
"Mengemudi dalam keadaan lelah sangat berbahaya karena dapat mengurangi konsentrasi dan respons terhadap situasi di jalan," kata Jusri.
Jusri menyarankan agar pengendara berhenti setiap 2 hingga 3 jam sekali sepanjang perjalanan. Waktu luang tersebut bisa dimanfaatkan untuk tidur singkat selama 15 sampai 30 menit guna mengatasi rasa kantuk, serta melakukan peregangan pada area leher, bahu, tangan, dan kaki.
"Pengemudi yang lelah cenderung melakukan kesalahan, seperti salah memperhitungkan jarak atau kecepatan," ujar Jusri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow