AC Milan Dekati Ruben Amorim dan Matthias Jaissle
Manajemen AC Milan dilaporkan gencar melakukan kontak dengan sejumlah kandidat pelatih baru, termasuk Ruben Amorim dan Matthias Jaissle, setelah memecat Massimiliano Allegri akibat kegagalan menembus zona Liga Champions. Dilansir dari Gazzetta dello Sport pada Kamis, 11 Juni 2026, manajemen Rossoneri di bawah pimpinan Gerry Cardinale sedang melakukan perombakan besar-besaran di struktur olahraga mereka setelah finis di peringkat kelima Liga Italia. Selain Allegri yang dipecat kurang dari 24 jam setelah laga terakhir musim 2025/2026, petinggi klub seperti Giorgio Furlani, Igli Tare, dan Geoffrey Moncada juga ikut didepak dari jabatan mereka.
AC Milan sebenarnya sudah mencapai kesepakatan prinsip dengan Oliver Glasner untuk kontrak dua tahun senilai 3,5 juta euro per musim, namun keputusan akhir belum difinalisasi karena Cardinale masih mewawancarai kandidat lain.
Penasihat senior RedBird, Zlatan Ibrahimovic, disebut sangat mendukung perekrutan Ruben Amorim yang saat ini sedang menganggur setelah berpisah dengan Manchester United pada Januari lalu. Namun, media A Bola melaporkan bahwa mantan pelatih Sporting Lisbon tersebut berencana untuk mengambil masa istirahat atau tahun sabatik sepanjang musim 2026/2027.
Di sisi lain, nama Matthias Jaissle mencuat sebagai kandidat kuat setelah Cardinale dan Ibrahimovic mengadakan pertemuan langsung dengannya di London setelah serangkaian panggilan video Zoom. Pelatih berusia 38 tahun yang sukses membawa Al Ahli menjuarai dua Liga Champions Asia tersebut dilaporkan rela memotong gaji besarnya demi kesempatan melatih klub raksasa Eropa seperti AC Milan.
Kendala utama untuk merekrut Jaissle adalah klausul pelepasan sebesar 6 juta euro yang harus dibayarkan kepada klub Arab Saudi tersebut, sesuatu yang enggan dipenuhi oleh Cardinale. Sambil merampungkan pencarian pelatih, AC Milan juga berusaha mendatangkan Ralf Rangnick sebagai direktur teknik baru, meskipun pelatih timnas Austria itu menuntut kendali penuh atas restrukturisasi klub. Di tengah ketidakpastian internal ini, penyerang Portugal Rafael Leao memicu spekulasi baru saat tiba di pemusatan latihan menjelang Piala Dunia 2026 dengan menyatakan keinginannya untuk mencari tantangan baru.
"Acho que pessoalmente já dei tudo o que tinha no Milan. Foi um clube que me ajudou a crescer muito, que me apoiou nos momentos difíceis e felizmente consegui marcar o meu nome na história" ujar Rafael Leão, Penyerang AC Milan kepada Sport TV.
Leao menyatakan bahwa dirinya memiliki impian untuk berkompetisi di liga baru seperti di Spanyol, Liga Inggris, atau Arab Saudi setelah kontraknya menyisakan dua tahun lagi. "Obviamente toda a gente tem sonhos e desafios que ambiciona ter e eu ambiciono um desafio novo numa nova Liga. Se isso acontecer, ficarei muito contente e também realizado, porque também fiz o meu trabalho no Milan.
Espanha, Premier League ou Arábia Saudita? Agora o mais importante é fazer um bom Mundial e conseguir ajudar a Seleção no que puder" kata Rafael Leão, Penyerang AC Milan. Penyerang berusia 27 tahun itu menegaskan fokus utamanya saat ini adalah tampil maksimal di Piala Dunia sebelum menentukan kelanjutan kariernya di Eropa.
"Depois, quando esse momento chegar, estudar as melhores opções para dar seguimento à minha carreira e tener continuidade a competir num clube do futebol europeu" tutur Rafael Leão, Penyerang AC Milan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow