Adu Taktik Unik Warnai Final Liga Champions antara PSG dan Arsenal

Smallest Font
Largest Font

Pertandingan final Liga Champions mempertemukan lini serang terbaik Paris Saint-Germain dengan lini pertahanan terkuat Arsenal di Stadion Puskas Arena, Budapest pada Sabtu mendatang.

Kedua juru taktik, Luis Enrique dari PSG dan Mikel Arteta dari Arsenal, diprediksi akan menyajikan fleksibilitas strategi dan kejutan taktis yang tidak biasa dalam laga penentu juara tersebut.

PSG berpeluang mengakhiri musim ini sebagai tim dengan produktivitas gol tertinggi sepanjang sejarah era Liga Champions, sedangkan lini belakang Arsenal tercatat hanya kebobolan rata-rata 0,43 gol per pertandingan sepanjang turnamen berlangsung.

Kombinasi data tersebut sempat memunculkan prediksi bahwa PSG akan terus menggempur pertahanan Arsenal, sementara klub asal London itu dinilai bakal mengandalkan serangan balik serta skema bola mati yang menjadi keunggulan mereka.

Kendati demikian, ESPN melaporkan bahwa kedua pelatih memiliki rekam jejak dalam melakukan manipulasi taktik di lapangan, seperti saat PSG memilih bermain bertahan dengan penguasaan bola hanya 27 persen pada babak kedua laga semifinal kontra Bayern Munchen.

Di kubu Arsenal, Arteta juga menunjukkan perubahan gaya bermain dari yang semula dominan menguasai bola menjadi unit yang lebih mengutamakan kekuatan fisik, kerapatan lini belakang, serta pemanfaatan kesalahan lawan setelah mendatangkan pemain seperti Eberechi Eze.

Arteta kini memiliki opsi untuk kembali ke strategi penguasaan bola musim lalu seiring pulihnya Martin Odegaard dan Bukayo Saka, termasuk potensi memasukkan pemain muda berusia 19 tahun, Myles Lewis-Skelly, ke dalam lini tengah bersama Declan Rice.

Kedalaman skuad ini menjadi bagian dari rencana investasi besar Arsenal senilai lebih dari 300 juta dolar AS untuk mendatangkan delapan pemain baru musim panas lalu demi mengantisipasi badai cedera yang sering menggagalkan ambisi mereka di kompetisi domestik maupun Eropa.

Langkah jor-joran Arsenal tersebut juga didorong oleh momentum rivalitas di Eropa, di mana Liverpool tengah melakukan perombakan skuad bersama Arne Slot, Real Madrid dipimpin manajer baru Xabi Alonso, dan Pep Guardiola yang diprediksi menjalani musim terakhirnya di Manchester City.

Di sisi lain, PSG memiliki kepastian susunan pemain utama yang lebih mapan ketimbang Arsenal jika bek kanan Achraf Hakimi dinyatakan berada dalam kondisi bugar untuk tampil sejak menit awal pertandingan.

PSG mengusung misi besar untuk mempertahankan gelar mereka sekaligus menjadi tim pertama di luar Real Madrid yang mampu menjadi juara beruntun dalam kurun waktu 36 tahun terakhir.

"best attack"

kata sumber internal yang dikutip ESPN mengenai julukan yang disematkan pada daya serang lini depan kubu Paris Saint-Germain menjelang laga final.

"best defense"

ujar laporan ESPN terkait reputasi benteng pertahanan kokoh yang dibangun oleh anak asuh Mikel Arteta sepanjang musim kompetisi Eropa tahun ini.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed