Kebakaran Lereng Perbukitan di Tulungagung Hanguskan 3 Hektare Lahan
Kebakaran melanda lereng perbukitan di Desa Junjung, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, membakar sekitar tiga hektare lahan pada Senin sore (14/9/2026), menurut Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung, Galih Nusantoro.
Kebakaran berawal dari kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani dan merembet ke lahan milik warga. Api cepat membesar saat tim damkar tiba dan langsung dikerahkan tiga unit mobil pemadam serta tim gabungan lintas instansi untuk memadamkan.
Galih menjelaskan bahwa petugas fokus mengamankan permukiman warga agar api tidak meluas dan merusak rumah serta fasilitas lain seperti kandang ternak dan kolam ikan.
"Kami fokus mengamankan permukiman warga," ujar Galih.
Api sempat mendekati rumpun bambu dan kandang kambing milik warga. Upaya pemadaman juga dilakukan dari titik yang lebih tinggi, meski medan sulit menjangkau seluruh kobaran.
"Api yang ke arah naik kami biarkan karena tidak terjangkau selang kami. Setidaknya semua aman," tambah Galih.
Kebakaran ini mengulang kejadian serupa yang pernah terjadi di lokasi tersebut pada 2024. Luas area yang terbakar diperkirakan sekitar dua hingga tiga hektare, dan kerugian materi belum dapat dipastikan.
Sebelumnya di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, aparat gabungan berhasil mengendalikan kebakaran lahan Perhutani dan milik masyarakat, dengan luas sekitar dua hektare. TNI, Polri, Damkar, Perhutani, dan warga bekerja sama memadamkan api agar tidak meluas ke permukiman.
"Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait untuk melakukan pemadaman. TNI bersama Damkar, Perhutani dan masyarakat bergerak bersama agar api segera terkendali dan tidak meluas," ujar Serka Sumarji, Babinsa Desa Tiudan.
Serka Sumarji juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan jika menemukan titik api.
"Kerja sama seluruh unsur sangat penting. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin," tambah Serka Sumarji.
Galih menambahkan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran mengingat kondisi lahan yang sangat kering akibat kemarau panjang dan angin kencang.
"Keadaan lingkungan sangat kering, sangat riskan terbakar kayak. Kemudian angin juga kencang," ujar Galih.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow