Akademi La Masia Dominasi Final Piala Dunia 2026
Sebanyak sembilan jebolan akademi La Masia milik FC Barcelona dipastikan bakal mewarnai laga final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium. Delapan pemain memperkuat tim nasional Spanyol, sementara satu nama menjadi andalan tim nasional Argentina.
Pengaruh akademi sepak bola asal Katalonia tersebut melintasi batas negara pada partai puncak. Argentina mengandalkan sang kapten Lionel Messi, sedangkan Spanyol diperkuat delapan alumni La Masia termasuk Lamine Yamal, Pau Cubarsí, Dani Olmo, Gavi, Eric García, Marc Cucurella, dan Álex Baena.
Eksistensi alumni La Masia di laga pamungkas kali ini mengulang sejarah edisi 2010 saat sembilan pemain binaan Barcelona membawa Spanyol meraih gelar juara dunia. Di tubuh skuad La Roja saat ini, delapan pemain jebolan akademi tercatat menembus tim utama setelah menimba ilmu di sistem pembinaan klub tersebut.
Sosok Lamine Yamal dan Pau Cubarsí menjadi pilar muda berusia 19 tahun yang menonjol sepanjang turnamen. Cubarsí solid menjaga pertahanan Spanyol bersama Aymeric Laporte, sedangkan Yamal terus memberikan kontribusi di lini serang meski sempat dibayangi cedera hamstring pada April lalu.
Di sisi lain, komposisi timnas Argentina juga tidak lepas dari pengaruh sepak bola Spanyol. Selain keberadaan Messi, enam penggawa La Albiceleste saat ini merumput di kompetisi La Liga, termasuk Giuliano Simeone yang merupakan putra dari pelatih Atlético Madrid, Diego Simeone.
Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, menyampaikan pandangannya terkait keberadaan para pemain bertalenta tersebut jelang laga pemungkas.
"We tried to get him to play with us ... but he never wanted to," ujar Ginés Meléndez, Mantan Direktur Tim Nasional Muda Spanyol.
Pernyataan tersebut merujuk pada upaya federasi Spanyol di masa lalu untuk membujuk Lionel Messi agar membela tim nasional mereka sebelum sang pemain akhirnya memilih Argentina.
"I have an extraordinary admiration for a national team that was Copa América champion, World Cup, Copa América champion again, won the Finalissima, now a World Cup finalist," ujar Luis de la Fuente, Pelatih Tim Nasional Spanyol.
Pertandingan final di MetLife Stadium ini menjadi pembuktian efektivitas sistem pembinaan usia muda La Masia dalam melahirkan bintang-bintang sepak bola tingkat dunia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow