AKPY Latih 298 Pekebun Paser Terapkan GAP Sawit di Balikpapan
Sebanyak 298 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit pada 2–7 Agustus 2026 di Balikpapan. Kegiatan ini digelar Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta bersama BPDP dan Ditjenbun.
Melalui Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026, para petani dibekali penerapan Good Agricultural Practices. Materi mencakup penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, penggunaan pupuk organik, pemeliharaan tanaman, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Selain pembelajaran kelas, peserta menjalani praktik lapangan dan kunjungan ke PT Waru Kaltim Plantation serta PT Sukses Tani Nusasubur. Sepanjang 2026, AKPY memfasilitasi pelatihan bagi 556 pekebun Paser melalui kelas budidaya dan pascapanen.
Wakil Direktur AKPY, Idum Satia Santi, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas kelapa sawit rakyat harus diawali dari perubahan pola pengelolaan kebun. Pengalaman praktis para petani perlu diperkuat oleh data dan ilmu pengetahuan.
"Petani mungkin sudah bertahun-tahun mengelola kebun, tetapi pengalaman itu perlu dikorelasikan dengan data dan hasil penelitian. Dengan begitu petani memahami mengapa harus menggunakan benih unggul, bagaimana pemupukan yang benar, hingga pentingnya menjaga kesehatan tanah," kata Idum Satia Santi, Wakil Direktur AKPY.
Idum menjelaskan bahwa efisiensi budidaya merupakan langkah strategis untuk menekan pengeluaran operasional. Penggunaan pupuk yang pas serta pemeliharaan tanaman secara konsisten dapat menghemat biaya produksi tanpa menurunkan hasil panen.
"Efisiensi budi daya menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keuntungan usaha sawit. Penggunaan pupuk yang tepat, pengendalian gulma, serta pemeliharaan tanaman sesuai GAP dapat menekan biaya tanpa mengurangi hasil," ujar Idum Satia Santi, Wakil Direktur AKPY.
Penerapan standar budidaya pertanian yang baik juga diyakini berdampak langsung pada penghematan tenaga kerja dan sarana produksi.
"Praktik budidaya yang tepat juga dapat membuat penggunaan pupuk, tenaga kerja, dan sarana produksi menjadi lebih efisien," kata Idum Satia Santi, Wakil Direktur AKPY.
Program peningkatan kapasitas ini dilaksanakan melalui sinergi lintas lembaga untuk mendukung sektor perkebunan kelapa sawit rakyat.
"AKPY, BPDP, dan Ditjen Perkebunan membekali 298 pekebun Paser tentang penerapan GAP untuk mendongkrak produktivitas sekaligus mengurangi biaya produksi sawit," ujar Idum Satia Santi, Wakil Direktur AKPY.
Menurut Idum, kunci utama keberhasilan pengelolaan kebun sawit terletak pada pendekatan manajemen berbasis pengetahuan, bukan sekadar menambah input produksi.
"Kuncinya bukan sekadar menambah input, tetapi mengelola kebun secara lebih tepat, efisien, dan berbasis pengetahuan," kata Idum Satia Santi, Wakil Direktur AKPY.
Pengembangan kompetensi SDM dinilai sebagai investasi jangka panjang demi menjaga keberlanjutan industri sawit rakyat yang berdaya saing.
"Petani yang hebat adalah petani yang selalu mau belajar karena dunia terus berkembang. Kami berharap peserta mampu menjadi petani sawit yang unggul, mandiri, profesional, dan berdaya saing," ujar Idum Satia Santi, Wakil Direktur AKPY.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser, Djoko Bawono, menyampaikan bahwa produktivitas sawit rakyat di wilayahnya saat ini masih di bawah 20 ton TBS per hektare per tahun dengan rendemen di bawah 25 persen.
"Target kita minimal produktivitas kebun bisa mencapai 30 ton per hektare per tahun. Ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini harus diterapkan ketika kembali ke kebun," kata Djoko Bawono, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser.
Pemerintah Kabupaten Paser menargetkan peningkatan produktivitas serta kenaikan rendemen minyak hingga 25–32 persen untuk mendorong pendapatan pekebun dan memperkuat perekonomian daerah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow