Aksi Jual Investor Asing Rp 8,52 Triliun Tekan IHSG di Akhir Mei 2026

Smallest Font
Largest Font

Aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing yang menembus Rp 8,52 triliun menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ditutup melemah tipis 0,05 persen atau 2,81 poin ke level 6.127,38 pada perdagangan Jumat (29/5/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dilansir dari Kontan, pelemahan di akhir perdagangan sesi kedua ini membalikkan lonjakan tajam pada sesi pertama sebesar 1,43 persen ke posisi 6.217,88.

Gempuran pelepasan saham oleh investor luar negeri di seluruh pasar paling banyak melanda saham-saham penghuni Indeks MSCI, menjelang pemberlakuan efektif hasil review Mei 2026 setelah pasar ditutup.

Data BEI mencatatkan total volume transaksi bursa sepanjang hari mencapai 47,21 miliar lembar saham dengan nilai transaksi jumbo sebesar Rp 50,15 triliun yang melibatkan 409 saham melemah, 271 saham menguat, dan 137 saham bergerak stagnan.

Investor asing mencatatkan pelepasan saham terbesar pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 2 triliun, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 2 triliun, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 1,6 triliun.

Sebaliknya, aksi beli bersih atau net buy terbesar asing menyasar saham PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 137,8 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 95,8 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 85,2 miliar.

Koreksi indeks di sesi sore dipicu oleh tumbangnya lima sektor saham, dengan sektor kesehatan merosot paling dalam sebesar 1,49 persen, diikuti properti dan real estat 1,09 persen, serta finansial atau keuangan yang terpangkas 1,04 persen.

Kendati indeks berbalik ke zona merah, enam sektor lain tetap menguat dipimpin sektor infrastruktur yang melesat 2,89 persen dan sektor barang baku yang melonjak 2,65 persen disokong oleh kebangkitan saham emiten konglomerat.

Dilansir dari CNBC Indonesia, saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu ramai ditransaksikan dengan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) sebesar 25 persen ke level Rp 3.300.

Lonjakan tersebut disusul oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melonjak 24,76 persen dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar 24,75 persen sebagai penggerak utama indeks di tengah sentimen positif deeskalasi konflik geopolitik Amerika Serikat-Iran yang ikut mendorong penguatan mayoritas bursa saham Asia-Pasifik.

Penurunan tipis di akhir pekan ini membuat performa IHSG mengakumulasi pelemahan sebesar 3,02 persen dalam lima hari perdagangan terakhir, sekaligus memperlebar koreksi indeks sebesar 29,14 persen sejak awal tahun 2026.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed