Aksi Jual Investor Asing Tekan Indeks KOSPI Korea Selatan
Aksi jual agresif oleh investor asing dan institusi memicu kejatuhan Indeks KOSPI Korea Selatan hingga 10 persen ke level 8.203 pada perdagangan Senin (23/6/2026). Penurunan tajam di bawah level psikologis 9.000 poin ini dipicu oleh kekhawatiran global terkait kemampuan monetisasi kecerdasan buatan (AI) di bursa Wall Street Amerika Serikat.
Data dari Korea Exchange (KRX) menunjukkan indeks KOSPI dibuka melemah di posisi 9.083,54 sebelum akhirnya merosot tajam sepanjang sesi. Berdasarkan laporan Business Korea, pergerakan negatif ini juga merembet ke indeks KOSDAQ yang didominasi oleh saham-saham teknologi dan sektor pertumbuhan.
Gelombang pelepasan aset berisiko dipimpin oleh investor asing yang membukukan nilai jual bersih sebesar 1,18 triliun won hingga 1,8 triliun won pada awal sesi. Langkah ini diikuti oleh investor institusi yang melepas saham senilai 65 miliar won hingga 205 miliar won, sementara perdagangan program mencatat aksi jual lebih dari 1,67 triliun won.
Sebaliknya, investor ritel menjadi satu-satunya kelompok yang melakukan aksi beli bersih dengan nilai antara 1,24 triliun won hingga 1,97 triliun won. Namun, akumulasi saham oleh investor individu tersebut belum mampu menahan tekanan jual masif dari pihak asing dan institusi.
Sektor semikonduktor menjadi pusat perhatian setelah kapitalisasi pasar saham biasa SK hynix melampaui Samsung Electronics untuk pertama kalinya dalam 25 tahun. Saham Samsung Electronics anjlok 12,31% menjelang penutupan, sedangkan SK hynix merosot 12,47% setelah sempat menguat di awal perdagangan.
Analis Kiwoom Securities Han Ji-young menilai fokus investor seharusnya tidak hanya tertuju pada pergantian posisi kapitalisasi pasar terbesar.
Menurutnya, faktor yang lebih penting adalah apakah kenaikan harga saham didorong oleh valuasi yang berlebihan atau peningkatan fundamental laba perusahaan.
Di tengah kejatuhan sektor teknologi, beberapa saham baterai dan program peningkatan nilai korporasi justru menguat, seperti Samsung Life Insurance yang naik 5,44% dan LG Energy Solution sebesar 2,59%. Di sisi lain, nilai tukar won melemah ke level 1.539,4 per dolar AS karena ekspektasi kebijakan moneter ketat dari Federal Reserve, sementara harga minyak mentah WTI kontrak Juli turun 2,32% ke posisi US$74,82 per barel seiring meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow