Alex Marquez Gagal Finis di MotoGP Jerman 2026 Akibat Terjatuh

Smallest Font
Largest Font

Pembalap Gresini Racing Alex Marquez gagal menyelesaikan balapan utama MotoGP Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring pada Minggu malam WIB, 12 Juli 2026, setelah mengalami kecelakaan pada putaran ke-10 di Tikungan 13 saat bersaing ketat di posisi kedua di belakang kakaknya, Marc Marquez.

Insiden kehilangan cengkeraman ban depan yang dialami Alex Marquez membuat posisinya direbut oleh duo pembalap Trackhouse Racing, Raul Fernandez dan Ai Ogura, sementara Marc Marquez memenangkan balapan dan pemuncak klasemen Jorge Martin harus puas finis di posisi kelima.

Alex Marquez mengaku membuat kesalahan kecil akibat rasa percaya diri yang berlebihan setelah mengemas hasil bagus di sesi sprint hari Sabtu.

"Saya membuat kesalahan kecil, tapi itu membuat saya harus membayar segalanya dan membuat saya tidak mendapatkan poin," ujar Alex Marquez dilansir dari laman resmi Gresini Racing.

Pembalap bernomor motor 73 itu menambahkan bahwa ia berusaha tetap mengambil sisi positif meskipun gagal membawa pulang poin dari Jerman.

"Saya berkendara dengan kepercayaan diri berlebih, dan seperti yang terjadi ini berakhir dengan kemungkinan terburuk. Tetapi, kami harus tetap tersenyum dan mengambil sisi positif," kata Alex Marquez.

Meskipun gagal finis, Alex merasa senang karena kondisi fisiknya telah membaik pascacedera di Barcelona yang membuatnya absen dalam tiga seri balapan.

"Insiden yang cukup konyol. Tetapi pada akhirnya, tetap saja crash. Baik crash berat maupun ringan, atau crash konyol sekalipun, hasilnya sama, Zonk! Tetapi jika dibandingkan dengan crash yang lain, itu tidak terlalu terasa sakit," kata Alex Marquez dikutip dari ridertua.com.

Dia menjelaskan bahwa ritme balapan yang konsisten di level tinggi masih menjadi kekurangan utama yang harus segera diperbaiki.

"Menurutku kami menjalani akhir pekan yang sangat baik. Saya sangat senang bisa kembali menjalani akhir pekan normal pertama saya setelah Montmelo dan menunjukkan kecepatan yang luar biasa sepanjang akhir pekan," ujar Alex Marquez.

Pembalap Spanyol ini juga membantah jika faktor fisik dituding sebagai penyebab utama dari kecelakaan yang ia alami di Sachsenring.

"Memang saya masih harus lebih menerima race pace, untuk bersaing, bertarung melawan pembalap lain, dan mempertahankan level tersebut. Itulah yang masih kurang dari saya," jelas Alex Marquez.

Menurutnya, crash terjadi murni karena dirinya terlalu kaku saat mengendarai motor sehingga memberikan tekanan berlebih pada roda bagian depan.

"Secara fisik, tidak terlalu berpengaruh. Di beberapa bagian saya terlalu kaku di atas motor dan di situlah saya memberi terlalu banyak tekanan pada bagian depan. Itu salah satu penyebab saya jatuh.

Saya tidak sedang mengambil risiko apa pun. Kalau balapan ini mengharuskan saya untuk mengambil risiko, maka saya akan mengambilnya mulai sekarang hingga akhir musim," jawab Alex Marquez.

Alex juga menegaskan dirinya tidak terlalu bersemangat melainkan justru terlalu santai karena merasa semua berjalan dengan mulus.

"Tidak, mungkin saya justru sebaliknya. Dengan intensitas yang lebih rendah atau sedikit lebih santai, saya terlalu percaya diri. Saya jatuh pada saat saya terlalu percaya diri, di mana saya merasa baik dan semuanya berjalan lancar. Menurutku itu lebih karena hal itu ketimbang hal lain," ujar Alex Marquez.

Kecelakaan terjadi di saat Alex dan Marc Marquez sedang berupaya mengatur keausan ban belakang mereka.

"Itu adalah titik dalam balapan, di mana Marc dan saya sedang banyak mengatur segalanya, terutama ban belakang. Kami mencoba untuk mengerem lebih keras untuk mengejar waktu yang hilang saat berakselerasi, dan di situlah saya membuat kesalahan kecil itu," jelas Alex Marquez.

Dirinya membenarkan anggapan bahwa ia melakukan pengereman yang sangat keras demi melindungi ban belakangnya.

"Tepat sekali, untuk sedikit menghemat ban belakang," jawab Alex Marquez.

Sebelum balapan, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia sempat memuji Alex sebagai pembalap dengan kecepatan terbaik di sirkuit tersebut.

"Kami belum sempat membuktikannya. Di atas kertas, kami sangat setara tetapi tidak lebih baik. Kami belum melihat hasil akhirnya. Jadi, hanya omong kosong kalau bilang saya memiliki pace yang lebih baik atau saya akan menang, karena itu tidak benar," ujarnya sambil tertawa.

Alex berpendapat bahwa Marc Marquez belum mengerahkan seluruh kemampuannya saat memimpin balapan utama.

"Ini salah satu tipe balapan, di mana saya rasa Marc bisa sedikit lebih agresif. Saat berada di bawah tekanan, kita hanya mendapatkan 0,1 atau 0,2 detik lebih cepat per lap. Ketika Marc unggul 2 detik dan melihat rivalnya tidak bisa mengejarnya, dia mulai mengatur kecepatannya dengan sangat baik. Pembalap selalu menyimpan ‘sesuatu’ untuk berjaga-jaga jika seseorang seperti Ogura mulai mengejar dan menekan kita," ungkap Alex Marquez.

Mengenai peluang Ai Ogura dalam perebutan gelar juara dunia Moto2, Alex menilai sang pembalap kini menjadi sosok kompetitor yang sangat berbahaya.

"Setelah kemenangan terakhirnya, ya. Sebelum itu, saya rasa dia masih kurang satu langkah kecil. Tetapi ketika meraih kemenangan pertama, kita mulai merasakan bagaimana rasanya menang, lalu berkata ‘sekarang saya percaya diri’," jawab Alex Marquez.

Alex menambahkan bahwa konsistensi akan menjadi kunci bagi Ogura untuk bertarung memperebutkan gelar hingga akhir musim.

"Menurutku dia adalah rival yang sangat berbahaya dan mampu bertarung sampai akhir. Dia sudah menunjukkannya di Moto2. Ketika dia menemukan ritme dan kepercayaan dirinya, dia tampil sangat bagus.

Kemudian kita harus melihat, apakah dia mengalami penurunan performa karena sepanjang karirnya dia pernah mengalami beberapa fase seperti itu. Tetapi ketika dia mampu mempertahankan konsistensi dan kepercayaan diri, dia adalah pembalap ‘paket komplet’," jelas Alex Marquez.

Saat ditanya mengenai peluang sang kakak untuk memperebutkan gelar juara dunia musim ini, Alex memberikan jawaban yang diiringi tawa.

"Dia tidak dalam persaingan, dia tidak, dia sudah tamat," jawab Alex sambil ngakak.

Untuk paruh kedua musim, Alex Marquez berencana mempersiapkan kondisi fisiknya secara matang demi menghadapi balapan berikutnya di Silverstone.

"Saat ini saya akan fokus untuk persiapan balapan di Silverstone. Mencoba untuk meningkatkan kondisi fisik dan tubuh dalam kondisi fit 100 persen. Jika belum bisa di Silverstone, kami punya waktu 3 pekan sebelum balapan di MotorLand. Di sanalah kita harus mencoba mencapai potensi maksimal kita," ujar Alex Marquez.

Pembalap Gresini Racing yang akan hengkang ke KTM pabrikan musim depan ini menegaskan siap tampil maksimal tanpa beban di sisa musim.

"Itu adalah dua sirkuit yang saya sukai. Saya ingin mencoba untuk menjalani akhir pekan seperti disini. Kami tidak sedang memperebutkan sesuatu yang besar, jadi kami bisa gas pol, mengambil risiko, dan membangun konsistensi untuk kembali ke level yang hampir kami raih di sini. Tetapi masih ada satu langkah kecil lagi yang kami lakukan," pungkas Alex Marquez.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed