Amerika Serikat Hadapi Australia di Laga Kedua Grup D Piala Dunia
Tim nasional Amerika Serikat bersiap menghadapi Australia dalam laga kedua Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Seattle pada Jumat, 19 Juni 2026. Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim setelah meraih poin penuh pada pertandingan pembuka masing-masing.
Dilansir dari beIN SPORTS, Amerika Serikat sebelumnya berhasil menaklukkan Paraguay dengan skor telak 4-1, sementara Australia menundukkan Turki dua gol tanpa balas. Kemenangan dalam laga ini akan memastikan salah satu tim mengamankan tiket menuju babak knockout.
Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mewaspadai kedisiplinan taktis serta kecepatan serangan balik yang dimiliki oleh skuad berjuluk Socceroos tersebut. Dirinya menilai organisasi pertahanan Australia sangat rapat sehingga menyulitkan lawan untuk menciptakan peluang bersih.
"They're very aggressive. They have a great organization. You can see that was difficult for Türkiye to create chances, clear chances," kata Mauricio Pochettino, Manajer Amerika Serikat.
Pochettino menambahkan bahwa transisi permainan dari bertahan ke menyerang yang diperagakan oleh anak asuh Tony Popovic sangat berbahaya bagi lini belakang timnya.
"And then in the moment that they recover the ball, they have arrows and they transition so quick, so fast." ujar Mauricio Pochettino, Manajer Amerika Serikat.
Lebih lanjut, mantan pelatih Tottenham Hotspur tersebut memuji mentalitas kompetitif yang berhasil ditanamkan oleh tim kepelatihan Australia kepada para pemainnya di lapangan.
"For me, it is the mentality, the coach's mentality. I was talking with him, and really appreciate him and really like him," tutur Mauricio Pochettino, Manajer Amerika Serikat.
Menurutnya, sangat sulit menghadapi sebuah kesebelasan yang memiliki kepercayaan tinggi terhadap skema permainan yang sedang mereka jalankan.
"I see they create a great mentality and it is difficult to play with a team that really believe in what they are doing." ucap Mauricio Pochettino, Manajer Amerika Serikat.
Mengenai evaluasi performa timnya saat mengalahkan Paraguay, Pochettino merasa puas dengan fleksibilitas taktik yang ditunjukkan oleh anak asuhnya dalam membangun serangan.
"I think we were good pressing Paraguay, but also we were good in our how we build up and our build up from back and then in maybe [a low] block," tambah Mauricio Pochettino, Manajer Amerika Serikat.
Skuad Amerika Serikat dipastikan akan tetap mencoba menerapkan tekanan tinggi seraya mengantisipasi umpan-umpan panjang yang menjadi andalan tim lawan.
"I think in all the areas on the field, I think we were good. But that is how we feel football, how we feel soccer. We will try to press, but we know that they try to play sometime long passes." jelas Mauricio Pochettino, Manajer Amerika Serikat.
Di sisi lain, gelandang muda Amerika Serikat, Gio Reyna, berambisi untuk mempertahankan momentum positif setelah mencetak gol indah menggunakan bagian luar kaki saat melawan Paraguay.
"I really want to make that next step," kata Gio Reyna, Gelandang Amerika Serikat.
Pemain berusia 23 tahun tersebut menegaskan kesiapannya untuk bekerja keras di luar lapangan demi menjaga kebugaran fisik sepanjang turnamen akbar ini berlangsung.
"and I really believe I can. I want to stay fit. I'm doing a lot of things off the field to try to keep that up to the best I can." ujar Gio Reyna, Gelandang Amerika Serikat.
Dirinya berharap penampilannya di kompetisi ini bisa menjadi titik balik penting bagi kelanjutan karier sepak bolanya di tingkat internasional.
"I just really want to make the most of this talent that I have. Hopefully, this World Cup is a good kickstart for that." tutur Gio Reyna, Gelandang Amerika Serikat.
Reyna juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga dan orang-orang terdekatnya terus mendorong dirinya untuk lebih berani melepaskan tembakan langsung ke arah gawang.
"I know I have a good shot, but maybe I'm in my position, and I look to pass first," ucap Gio Reyna, Gelandang Amerika Serikat.
Meskipun lebih menyukai memberikan umpan matang kepada rekan setimnya, pemain milik Borussia Dortmund ini siap tampil lebih egois jika hal tersebut dibutuhkan oleh tim.
"They want me to be a little bit more selfish at times. My natural thinking of the game is to get players involved, and I always like to pass. I love getting an assist just as much as scoring goals. So, yeah, I just try to do whatever helps." pungkas Gio Reyna, Gelandang Amerika Serikat.
Pochettino sendiri sempat melemparkan pujian dengan menyebut Reyna sebagai seorang pemain yang memiliki talenta berbeda di dalam skuad.
"special" kata Mauricio Pochettino, Manajer Amerika Serikat.
Kehadiran kreativitas Reyna dinilai akan sangat krusial, terlebih dengan adanya ketidakpastian mengenai kondisi kebugaran penyerang utama Christian Pulisic menjelang pertandingan di Seattle.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow