Amerika Serikat Bersiap Hadapi Bosnia-Herzegovina di Babak 32 Besar
Tim nasional sepak bola pria Amerika Serikat bersiap menghadapi Bosnia-Herzegovina dalam babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Levi's, Santa Clara, pada Rabu (1/7/2026), demi memutus rekor buruk melawan tim asal Eropa.
Dilansir dari Goal.com, Amerika Serikat melaju ke fase gugur setelah memuncaki grup D dengan raihan enam poin hasil dari kemenangan 4-1 atas Paraguay dan 2-0 atas Australia, meski sempat takluk 2-3 dari Turki di laga terakhir grup.
Berikut adalah klasemen akhir Grup D Piala Dunia 2026:
| Peringkat | Tim | Main | M | S | K | GM | GK | SG | Poin | Status |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Amerika Serikat | 3 | 2 | 0 | 1 | 8 | 4 | +4 | 6 | Lolos |
| 2 | Australia | 3 | 1 | 1 | 1 | 2 | 2 | 0 | 4 | Lolos |
| 3 | Paraguay | 3 | 1 | 1 | 1 | 2 | 4 | -2 | 4 | Lolos |
| 4 | Turki | 3 | 1 | 0 | 2 | 3 | 5 | -2 | 3 | Tersingkir |
Meskipun lolos sebagai juara grup, sorotan tertuju pada rekor buruk AS yang kalah dalam 10 pertandingan beruntun melawan tim Uni Eropa sejak Maret 2021, di mana pelatih Mauricio Pochettino telah menelan enam kekalahan dari tim Eropa sejak menjabat pada Oktober 2024.
Kapten tim Amerika Serikat, Tim Ream, menyatakan kesiapan timnya menjelang laga krusial di Santa Clara tersebut tanpa merasa terbebani oleh tekanan luar.
"Would it be weird if I told you I don’t really feel too much pressure at this minute?" ujar Tim Ream, kapten tim nasional Amerika Serikat.
Ream menambahkan bahwa fokus timnya saat ini sepenuhnya tertuju pada performa internal mereka sendiri.
"I just think there’s so much pressure that we put on ourselves. It feels very different this time around than 2022, I will say that – not because [this is] the round of 32 and that was the round of 16. I think we felt more pressure for that first game against Paraguay than than anything, and that’s coming from ourselves, not from from anything on the outside." kata Tim Ream, kapten tim nasional Amerika Serikat.
Mengenai strategi lawan, Ream memprediksi Bosnia-Herzegovina tidak akan sekadar bermain bertahan, berkaca dari kejutan yang diberikan Paraguay dan Australia sebelumnya.
"I don’t know that we completely expected Paraguay to be the way that they were in the first game," ujar Tim Ream, kapten tim nasional Amerika Serikat.
Ream meminta rekan-rekannya untuk adaptif dalam membaca situasi pertandingan di lapangan.
"There’s always things that get thrown at you, so I don’t know that we fully expect Bosnia to just be defensive. I think we have to be able to expect the unexpected, as we proved against Australia. You see similarities [with Paraguay and Australia], but then there’s also things that we’re going to have to solve that they throw at us in situations in game. That’s down to us as players to figure those puzzles out." tutur Tim Ream, kapten tim nasional Amerika Serikat.
Menanggapi kekalahan dari Turki, Ream menilai hasil minor tersebut dipengaruhi oleh faktor ketidakberuntungan dan kesalahan taktis dari pemain cadangan.
"It’s just more serious," ujar Folarin Balogun, penyerang tim nasional Amerika Serikat.
Balogun menegaskan pentingnya konsentrasi penuh karena fase ini merupakan penentu nasib tim di turnamen.
"It’s crunch time, it’s knockout football. You lose, you go home." kata Folarin Balogun, penyerang tim nasional Amerika Serikat.
Pemain berusia 24 tahun itu percaya bahwa para pemain besar akan membuktikan kualitasnya di bawah tekanan besar fase gugur ini.
"So this is the business end, and this is the stage where, in my opinion, the big players step forward, and the big players carry the pressure and make things happen." ucap Folarin Balogun, penyerang tim nasional Amerika Serikat.
Mantan pemain Monaco tersebut juga merasakan atmosfer kompetisi yang semakin meningkat di dalam pemusatan latihan tim menjelang laga Rabu nanti.
"I feel like I can feel the difference in the atmosphere," kata Folarin Balogun, penyerang tim nasional Amerika Serikat.
Perubahan fokus ini diakui Balogun memicu motivasi tambahan agar langkah Amerika Serikat tidak terhenti lebih awal.
"There’s a change in my mindset and mentality." ujar Folarin Balogun, penyerang tim nasional Amerika Serikat.
Balogun berambisi membawa tim melangkah sejauh mungkin melampaui pencapaian historis mereka di turnamen-turnamen sebelumnya.
"Not that I wasn’t taking it seriously before, but you can just go into another gear because you know you want it more, and I don’t want the journey to end." tutur Folarin Balogun, penyerang tim nasional Amerika Serikat.
Bagi Balogun, pencapaian individu seperti mencetak dua gol ke gawang Paraguay tidak akan berarti tanpa kesuksesan kolektif tim.
"For me, it won’t mean much," kata Folarin Balogun, penyerang tim nasional Amerika Serikat.
Penyerang AS tersebut menegaskan bahwa orientasi utamanya hanyalah membawa tim meraih kemenangan mutlak.
"The objective is to win. I’m not somebody who would look back and think we’ve done well." ucap Folarin Balogun, penyerang tim nasional Amerika Serikat.
Mentalitas ini menjadi modal utama sang penyerang dalam menatap pertandingan babak 32 besar menghadapi Bosnia.
"That’s not really my mentality. I’m just looking forward to Wednesday and looking forward to going out there and winning." tegas Folarin Balogun, penyerang tim nasional Amerika Serikat.
Sementara itu, gelandang Sebastian Berhalter sempat kebingungan saat ditanyakan mengenai statistik buruk timnas Amerika Serikat kala bersua wakil Eropa.
"Ummmm," ucap Sebastian Berhalter, gelandang tim nasional Amerika Serikat.
Berhalter mengaku tidak mengetahui secara rinci catatan historis pertemuan melawan tim-tim dari benua biru tersebut.
"I’ll have to get back to you on that. I’m not sure of the stats." ujar Sebastian Berhalter, gelandang tim nasional Amerika Serikat.
Gelandang Tyler Adams juga menyampaikan pandangan serupa, di mana dirinya lebih memilih fokus memenangkan pertandingan tanpa memikirkan catatan masa lalu.
"I didn’t know it until you said it," kata Tyler Adams, gelandang tim nasional Amerika Serikat.
Adams menegaskan komitmennya untuk memberikan performa maksimal demi kemenangan dalam setiap laga yang dimainkan.
"I couldn’t care less if we had a 100-game winning streak or a 100-game losing streak. I go out every game trying to win." tutur Tyler Adams, gelandang tim nasional Amerika Serikat.
Di sisi lain, bek Chris Richards menyikapi data statistik performa melawan tim Eropa tersebut sebagai sebuah kejutan baru bagi dirinya.
"Damn, I didn’t know that," kata Chris Richards, bek tim nasional Amerika Serikat.
Richards berharap catatan buruk tersebut bisa diakhiri oleh generasi tim nasional saat ini pada laga berikutnya.
"Let’s hope we change that for the next game." tutur Chris Richards, bek tim nasional Amerika Serikat.
Sebelumnya, Tim Ream menganggap rentetan kekalahan dari tim Eropa belakangan ini hanyalah bagian dari dinamika sepak bola di lapangan.
"It’s just one of those things," kata Tim Ream, kapten tim nasional Amerika Serikat.
Ream menepis anggapan adanya inferioritas mental dari para pemain AS setiap kali berhadapan dengan negara-negara Eropa.
"None of us are thinking, ‘Oh, it’s a European team, we’re going to lose.’ It’s just one of those things." jelas Tim Ream, kapten tim nasional Amerika Serikat.
Ia menggarisbawahi bahwa hasil akhir lebih banyak ditentukan oleh momentum jalannya laga dibandingkan perbedaan gaya bermain.
"I’m not going to say it’s a coincidence, but stylistically, it’s not even about style. It’s just rub of the green and just the way the ball is falling right now for us." tambah Tim Ream, kapten tim nasional Amerika Serikat.
Pelatih Mauricio Pochettino sempat mengutarakan realitas perbedaan komposisi kedalaman skuad timnya dengan kekuatan sepak bola Eropa beberapa waktu lalu.
"We are USA," kata Mauricio Pochettino, pelatih tim nasional Amerika Serikat.
Pochettino membandingkan kualitas individu timnya saat bersaing menghadapi kekuatan besar seperti Belgia dan Portugal.
"We are competing against Belgium, Portugal. I think for sure Belgium and Portugal have, in the top 100 players, a few or some players playing in that top 100." tutur Mauricio Pochettino, pelatih tim nasional Amerika Serikat.
Pelatih asal Argentina tersebut mengakui keterbatasan jumlah pemain bintang kelas dunia yang dimiliki oleh skuad Amerika Serikat saat ini.
"I think we don’t have." aku Mauricio Pochettino, pelatih tim nasional Amerika Serikat.
Mengenai karakteristik permainan, Chris Richards menguraikan perbedaan mendasar antara karakteristik tim Eropa dengan tim dari benua lain.
"When you think about European teams, you think about more technique and technical ability," ujar Chris Richards, bek tim nasional Amerika Serikat.
Richards membandingkannya dengan aspek keunggulan mental yang sering ditunjukkan tim asal Amerika Selatan maupun Afrika.
"When you think about South American and African teams, you think about more mentality." kata Chris Richards, bek tim nasional Amerika Serikat.
Ia menduga faktor tersebut atau faktor keberuntungan yang menjadi pembeda, meski dirinya tidak terlalu mendalaminya.
"Maybe there’s something there, or maybe we’ve just been unlucky. I haven’t really thought about it, to be fair." ucap Chris Richards, bek tim nasional Amerika Serikat.
Kendati demikian, Richards optimis bahwa segala catatan statistik negatif tim Amerika Serikat pasti akan berakhir.
"Ultimately, streaks are meant to be broken," cetus Chris Richards, bek tim nasional Amerika Serikat.
Memutus tren negatif tersebut menjadi target utama yang diusung oleh lini belakang Amerika Serikat dalam laga mendatang.
"That’s kind of the plan." pungkas Chris Richards, bek tim nasional Amerika Serikat.
Gelandang muda Gio Reyna menambahkan bahwa tim nasional AS selalu memiliki motivasi tinggi ketika dihadapkan pada situasi krusial di fase gugur.
"With knockout rounds, anything can happen," kata Gio Reyna, gelandang tim nasional Amerika Serikat.
Reyna meyakini skuad muda AS memiliki kapabilitas mumpuni untuk melewati rintangan besar demi melaju ke babak berikutnya.
"This team really does well with challenges." tutup Gio Reyna, gelandang tim nasional Amerika Serikat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow