Amerika Serikat Terapkan Tekanan Ekonomi Total pada Iran di 2026
Amerika Serikat menerapkan tekanan ekonomi total kepada Iran dengan melancarkan sanksi dan blokade pelabuhan utama untuk mengisolasi negara tersebut dari pasar global. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan strategi ini bertujuan mengurangi kebutuhan operasi militer dan memaksa Iran melemah secara ekonomi. Sanksi baru ini menyebabkan antrean panjang di pom bensin Teheran, dan mata uang rial Iran merosot ke level terendah sepanjang masa, menunjukkan tekanan berat pada ekonomi dan masyarakat Iran.
Kepala keamanan Iran Mohsen Rezaei memperingatkan bahwa jika negara tetangga ikut bergabung dengan sanksi AS, Iran akan memblokir ekspor minyak melalui Teluk Persia dan Selat Hormuz.
"Jika mereka memulai tindakan semacam itu, kami tidak akan membiarkan satu tetes minyak pun melintasi Teluk," ujar Rezaei memperingatkan negara-negara di kawasan Teluk. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut sanksi AS sebagai tanda keputusasaan dan menegaskan langkah tersebut tidak akan mengalahkan Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan bahwa pengulangan sanksi yang sebelumnya gagal tidak akan membuahkan hasil, melainkan hanya memperlihatkan kebencian AS terhadap rakyat Iran. Profesor Hassan Ahmadian dari Universitas Teheran mengatakan Iran telah lama berada di bawah sanksi sejak 2018 dan AS kini beralih ke opsi militer setelah tekanan ekonomi tidak berhasil.
Meski menghadapi tekanan ekonomi berat, Iran mengandalkan diversifikasi domestik, ekspor minyak terselubung ke China, dan jaringan perbankan bayangan agar bertahan. China menjadi pembeli utama minyak Iran, menyerap sekitar 80-90 persen ekspor minyak Iran, serta menolak sanksi sepihak AS dan mempertahankan hubungan dagang dengan Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyatakan Beijing akan melindungi kepentingannya dan mengingatkan bahwa tekanan ekonomi tidak akan memecahkan masalah, bahkan dapat meningkatkan ketegangan global.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengancam bahwa tidak ada pihak yang kebal dari sanksi AS, termasuk bank dan perusahaan pelayaran China yang terlibat transaksi dengan Iran.
Namun Beijing diperkirakan akan merespons jika tekanan AS melewati batas, apalagi menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS yang penting untuk menjaga hubungan perdagangan kedua negara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow