Pemerintah Iran Naikkan Harga Bensin akibat Sanksi AS

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Iran merilis kebijakan kenaikan harga bensin bagi konsumen bertingkat penggunaan tinggi mulai Selasa, 8 September 2026, sebagai dampak pengetatan sanksi dan blokade angkatan laut dari Amerika Serikat.

Melalui sistem kuota tiga tingkat, tarif bensin kuota 60 liter pertama berada di angka 1.500 toman per liter dan 50 liter berikutnya sebesar 3.000 toman per liter. Pemerintah memutuskan melipatgandakan tarif konsumsi tingkat ketiga dari 5.000 toman menjadi 10.000 toman per liter.

Dilansir AFP, penyesuaian tarif bensin kategori penggunaan tertinggi tersebut diumumkan langsung oleh juru bicara pemerintah Iran guna merespons dinamika fiskal terkini.

"Tarifnya akan naik menjadi 10.000 Toman mulai pagi hari, tanggal 8 September," kata Fatemeh Mohajerani, Juru Bicara Pemerintah Iran.

Langkah penyesuaian harga ini diambil setelah melalui serangkaian pembahasan teknis di tingkat kementerian bersama Presiden Masoud Pezeshkian.

"Berbagai angka sempat dibahas dalam pertemuan para ahli, namun karena presiden telah berjanji kepada masyarakat, maka ditetapkanlah tarif 10.000 Toman," kata Fatemeh Mohajerani, Juru Bicara Pemerintah Iran.

Kenaikan harga bahan bakar menjadi isu sensitif di Iran mengingat negara produsen minyak tersebut memiliki riwayat subsidi energi yang sangat besar bagi warganya. Kelesuan ekonomi kian diperparah oleh lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang menembus 2,2 juta rial Iran di pasar gelap pada Minggu, 6 September 2026.

Tekanan ekonomi ini menguat seiring langkah Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang memperketat rezim sanksi sektor minyak, pelayaran, hingga keuangan untuk mempercepat penghentian konflik di Timur Tengah. Selain sanksi finansial, militer AS menggelar blokade angkatan laut guna menghentikan ekspor minyak Iran dari pelabuhan utama.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran menilai strategi tekanan ekonomi dari Washington memicu konsekuensi finansial balik bagi pihak yang memberlakukannya.

"Jika AS ingin menimbulkan kerugian ekonomi sebesar satu dolar terhadap Iran, mereka mungkin harus menanggung biaya dan kerugian beberapa dolar," kata Hossein Mohibi, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Pihak IRGC menganggap klaim AS yang mengandalkan armada militer dan persenjataan laut untuk memojokkan teheran merupakan bentuk kalkulasi yang salah.

"Pukulan satu-dua," kata Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat saat menggambarkan penggabungan strategi blokade laut dan sanksi ekonomi.

Analis Iran Arash Azizi dilansir Reuters menilai daya tawar Teheran atas Selat Hormuz mulai goyah karena pasar energi dunia mampu beradaptasi mencari pasokan alternatif. Meski begitu, para pejabat Iran mengkhawatirkan ancaman kelangkaan barang impor utama seperti gandum dan bahan bakar dapat memicu gejolak sosial di dalam negeri.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed