Angka Kesuburan India Anjlok di Bawah Batas Penggantian Populasi

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Tingkat kesuburan total atau total fertility rate (TFR) di India secara mengejutkan berada di bawah batas penggantian populasi (replacement level) untuk pertama kalinya. Seperti dikutip dari Detik Health, fenomena demografi ini menimbulkan kecemasan mendalam terkait risiko penuaan populasi (ageing society) di masa mendatang.

Kondisi ini terbilang ironis mengingat pertumbuhan penduduk India sempat berlangsung sangat masif selama beberapa dekade. Negara tersebut bahkan berhasil menggeser posisi China sebagai wilayah berpenduduk terbanyak di dunia setelah jumlah populasinya menembus angka 1,5 miliar jiwa.

Laporan demografi teranyar dari Sample Registration System (SRS) sebagaimana dilansir Al Jazeera mengungkapkan bahwa laju penurunan angka kelahiran terjadi cukup pesat. Meski jumlah penduduk saat ini masih besar, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan populasi India menyusut lebih cepat daripada perkiraan para pembuat kebijakan.

Penurunan tingkat kesuburan masyarakat India dipengaruhi oleh sejumlah pemicu utama berdasarkan identifikasi para ahli demografi.

Peningkatan taraf pendidikan, khususnya bagi kaum perempuan, serta kemudahan dalam mengakses alat kontrasepsi membuat perencanaan keluarga berjalan lebih efektif. Di samping itu, lonjakan biaya hidup dan beban ekonomi untuk membesarkan anak mendorong banyak pasangan membatasi jumlah momongan.

Faktor lain yang berpengaruh yakni penurunan angka kematian bayi yang signifikan. Data SRS mencatat tingkat kematian bayi di India menekan angka dari 30 per 1.000 kelahiran hidup pada 2019 menjadi 24 per 1.000 pada 2024. Meningkatnya peluang hidup bayi secara otomatis menurunkan dorongan orang tua untuk memiliki banyak anak.

Ketimpangan Angka Kesuburan Antarwilayah

Penurunan tingkat kesuburan di India memperlihatkan jurang ketimpangan yang tajam dari sudut pandang geografis maupun ekonomi.

Di New Delhi, rata-rata angka kesuburan merosot hingga menyentuh 1,2 anak per perempuan. Sementara itu, wilayah bagian selatan seperti Tamil Nadu dan Kerala yang didukung fasilitas pendidikan serta kesehatan mumpuni mencatatkan TFR pada level 1,3.

Kondisi sebaliknya terjadi di wilayah negara bagian dengan tingkat ekonomi rendah seperti Bihar yang masih mencatat angka kesuburan tertinggi di level 2,9, lalu disusul Uttar Pradesh pada angka 2,6.

Sejumlah riset mengindikasikan bahwa kawasan selatan India mengalami kemajuan pesat dalam hal pertumbuhan ekonomi dan kesetaraan status sosial perempuan, yang pada akhirnya berdampak langsung pada penurunan angka kelahiran secara konsisten.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed