Empat Kota di India Jadi Pusat Ekosistem Teknologi Dunia

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Kemampuan India dalam melahirkan pemimpin perusahaan teknologi global seperti Sundar Pichai di Google dan Satya Nadella di Microsoft didukung oleh pengembangan infrastruktur teknologi yang masif. Seperti dilansir dari Detikcom, keseriusan pemerintah setempat terlihat dari pembangunan pusat pendidikan hingga kawasan industri khusus.

Keseriusan tersebut tecermin dari komitmen melatih warga negara dalam skala besar. R Gopalakrishnan, mantan direktur eksekutif Tata Sons sekaligus penulis buku The Made in India Manager, menyebutkan bahwa tidak ada negara lain yang melatih warganya di bidang teknologi dengan cara seberani India.

"Tidak ada negara lain di dunia yang melatih begitu banyak warganya dengan cara yang begitu gagah seperti yang dilakukan India," kata R Gopalakrishnan, dikutip dari BBC.

Dukungan infrastruktur ini semakin diperkuat oleh keberhasilan kelompok imigran India di Amerika Serikat. Pemerintah setempat memanfaatkan potensi tersebut untuk membangun empat kota pusat teknologi utama demi mendukung statusnya sebagai pasar pengguna internet terbesar kedua di dunia.

Empat kawasan di India kini tumbuh menjadi pusat ekosistem teknologi dunia:

  • Chennai: Ibu kota Tamil Nadu ini merupakan pengekspor layanan TI dan Business Process Outsourcing (BPO) terbesar. Perusahaan global seperti Samsung, Nokia Siemens, Motorola, Lenovo, Dell, Force10, Flextronics, dan Siemens beroperasi di wilayah ini.
  • Hyderabad: Berlokasi di Telangana, pusat TI global ini dijuluki Cyberabad sekaligus menjadi pusat bioteknologi terbesar di India. Lebih dari 1.300 perusahaan IT seperti Microsoft, Apple, Amazon, dan Google menjalankan operasionalnya di kota yang dikenal sebagai Ibu Kota Farmasi India ini.
  • Thiruvananthapuram: Wilayah di Kerala ini menaungi proyek Technopark raksasa India yang telah menampung lebih dari 400 perusahaan.
  • Bangalore (Bengaluru): Terletak di Karnataka, kota ini memiliki tiga klaster utama, yakni Software Technology Parks of India (STPI), International Tech Park Bangalore (ITPB), dan Electronics City. Kawasan ini menjadi lokasi pusat penelitian Google, Microsoft, hingga Oracle.

Berdasarkan laporan Global Innovation Index 2020, kerja sama kampus internasional Cornell University dan INSEAD menempatkan India sebagai pengekspor teknologi informasi teratas dunia. Negara ini juga menduduki posisi kedelapan untuk jumlah lulusan bidang sains dan teknik.

Karakter Adaptif dan Rendah Hati

Keberhasilan lulusan India mencapai posisi puncak tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis. Pengusaha teknologi dan akademisi Vivek Wadhwa menilai kemampuan membaur dan jaringan yang kuat di Silicon Valley menjadi kunci utama kesuksesan para profesional tersebut.

"Jaringan yang mereka bangun (di Silicon Valley) juga memberi mereka keuntungan - idenya adalah mereka akan saling membantu," katanya dalam BBC.

Menurut Wadhwa, para CEO kelahiran India yang meniti karier dari bawah memiliki karakter khusus yang membedakannya dengan pendiri perusahaan.

"Orang-orang seperti Nadella dan Pichai juga membawa sejumlah kehati-hatian, refleksi, dan budaya yang lebih 'lembut' yang menjadikan mereka kandidat ideal untuk jabatan puncak - terutama pada saat reputasi perusahaan teknologi besar telah merosot di tengah sidang Kongres, pertikaian dengan pemerintah asing, dan jurang yang semakin lebar antara orang-orang terkaya di Silicon Valley dan seluruh Amerika," paparnya.

Selain Sundar Pichai (CEO Alphabet) dan Satya Nadella (CEO Microsoft), jajaran keturunan India yang menduduki posisi puncak lembaga global antara lain Arvind Krishna (CEO IBM), Neal Mohan (CEO YouTube), serta Ajay Banga (Presiden World Bank Group).

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed