Antoine Semenyo Ungkap Perjalanan Karier dan Evaluasi Timnas Ghana

Smallest Font
Largest Font

Penyerang tim nasional Ghana Antoine Semenyo merefleksikan perjalanan kariernya yang penuh tantangan dari penolakan sejumlah akademi sepak bola di Inggris hingga adaptasi taktik menjelang Piala Dunia 2026 setelah kekalahan 0-2 dari Meksiko dalam laga persahabatan pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Semenyo kini berstatus sebagai salah satu penyerang tajam di Liga Inggris dengan mengemas 16 gol musim ini untuk Bournemouth dan Manchester City, tetapi performanya di timnas Ghana yang baru menghasilkan tiga gol dari 34 laga memicu perdebatan taktis.

Sebelum mencapai level tertinggi bersama Manchester City yang membelinya seharga lebih dari 60 juta poundsterling awal tahun ini, Semenyo sempat memutuskan berhenti bermain sepak bola pada usia 15 tahun akibat frustrasi.

"I went to quite a few academies between 11 and 15. Arsenal, Tottenham, Chelsea, Fulham, Millwall. Crystal Palace was my last trial at 15," ujar Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Setelah gagal dalam seleksi selama dua bulan di Crystal Palace, ia memilih fokus pada pendidikan sekolahnya selama satu tahun sebelum akhirnya diajak kembali bermain oleh mantan pelatih Leeds United, Dave Hockaday.

"I went there for two months, didn't get in, and (was) very frustrated that I wasn't signed by any of the teams. I just ended up giving it up and focusing on school. I gave up for the year, enjoyed just being normal." kata Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Semenyo kemudian bergabung dengan Bristol City pada 2017, sempat dipinjamkan ke Bath City, Newport County, serta Sunderland, hingga akhirnya menembus skuad utama dan mencatatkan 20 kontribusi gol di kompetisi Championship.

"My mum and dad are Ghana through [and through]. They never really mentioned anything about England," tutur Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Keputusan membela tanah kelahiran orang tuanya membuat Semenyo menjalani debut bersama skuad Black Stars pada Mei 2022 dalam kualifikasi Piala Afrika melawan Madagaskar.

"Obviously, living in England, you get the conversation of: 'Oh, you should represent England'. But it was never a conversation I ever had, really. Ghana came in when I was 19, 20, so I was never going to turn it down." ucap Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Ia juga sempat merasakan atmosfer Piala Dunia 2022 di Qatar dengan mencatatkan dua penampilan sebagai pemain pengganti meski Ghana langsung gugur di fase grup.

"I feel like watching Ghana play in the World Cup was so special. Mum, Dad, uncles, aunties, cousins all turn up to one house, and we'll watch all the games together, celebrating, screaming, all the emotions and above. It's everything – it's so special." jelas Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Pengalaman di Qatar diakui Semenyo memberikan kekuatan mental tambahan bagi dirinya untuk membantu Ghana bersaing sebagai salah satu negara sepak bola top dunia.

"It was very surreal," akui Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Semenyo menambahkan bahwa bermain di kompetisi tertinggi dan bersiap menuju Piala Dunia keduanya terasa sangat luar biasa mengingat titik awal kariernya yang sempat terpuruk.

"At that time, I was still at Bristol City, so it was so special. But I feel like now, I just want to prove – and we all want to prove – that we're a top nation. Since that last World Cup, a bit of experience has come in. I feel mentally a lot stronger, I feel healthy and I'm 100 per cent. So I want to contribute the best way I can." tegas Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Kini, menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, Ghana tergabung bersama Inggris di Grup L, sebuah laga yang dinilai Semenyo akan berjalan normal seperti pertandingan lainnya.

"It’s surreal to be honest. I speak to my friends about it all the time. I didn't think I would ever make it this far," aku Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Semenyo menegaskan motivasinya yang besar untuk membuktikan kualitas timnas Ghana ketika berhadapan dengan tim-tim besar di turnamen dunia nanti.

"I thought just being a professional was enough – signing for Bristol City was enough for me. So, to say that I'm going to (another) World Cup… yeah, it's amazing." sambung Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Dalam wawancara bersama FIFA tersebut, Semenyo juga mengenang memorinya saat menonton perjuangan Ghana di Piala Dunia terdahulu, termasuk laga melawan Jerman dan Uruguay pada edisi 2010.

"It will just feel normal. I don't think I'll feel anything. I think if anything, I'll just want to win, and just prove that we can compete with the top nations. I don't think it changes anything for me, but I know playing against my friends, I want to prove my point. I want to show that we are a top nation, we can play together, and we can beat all the top teams." urai Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Kekecewaan akibat gagal lolos ke Piala Afrika 2025 menjadi pelecut semangat skuad asuhan Carlos Queiroz untuk membuktikan kelayakan mereka bersaing di level tertinggi.

"We were so frustrated that we didn't qualify. It was very, very tough. But I feel like we've rectified that in terms of qualifying for the World Cup. But, we're not just coming to the World Cup, we want to compete on all levels. I feel like everyone in the team is ready to go. For us, we can compete with these teams. It's just [about] winning games, having fun and showing the nation what we can do." pungkas Antoine Semenyo, Penyerang Timnas Ghana.

Analisis dari media yen.com.gh menyebutkan bahwa inkonsistensi posisi bermain menjadi penyebab utama minimnya gol Semenyo untuk Ghana, di mana ia sering dipasang di sayap kiri atau penyerang lubang, berbeda dengan perannya di sisi kanan lini serang saat membela Bournemouth maupun Manchester City.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed