Antonee Robinson Perkuat Timnas Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Bek Fulham Antonee Robinson kini menjadi pilar penting bagi tim nasional sepak bola pria Amerika Serikat (USMNT) di bawah asuhan Mauricio Pochettino menjelang kompetisi Piala Dunia 2026. Pemain pertahanan tersebut memiliki jalur karier internasional yang unik karena lahir di Milton Keynes dan tumbuh besar dalam sistem sepak bola Inggris sebelum akhirnya memilih memperkuat skuad AS. Hubungan darah dengan Amerika Serikat diperoleh melalui ayahnya yang dibesarkan di White Plains, New York, setelah nenek Robinson pindah ke sana dari Jamaika. Pilihan kewarganegaraan tersebut menjadi keuntungan besar bagi USMNT karena Robinson kini dinilai sebagai salah satu pemain paling andal di dalam tim.

"My grandma’s originally from Jamaica but she raised my dad in White Plains, New York," kata Robinson dalam USMNT 26 Stories.

"That’s where my citizenship and roots really comes from," ujar Robinson mengenai asal-usul kewarganegaraannya. Selain kisah garis keturunan, Robinson juga dikenal dengan nama julukan 'Jedi' yang didapatnya sejak usia lima tahun ketika sang ayah yang berprofesi sebagai pelatih sepak bola memintanya memilih nama panggilan sendiri untuk tim pertamanya.

"My dad’s always been a football coach," kata Robinson. "When I was about five years old and he made my first team that I played on, he said I could pick my own nickname," ujar Robinson menambahkan.

Alih-alih memilih nama bintang sepak bola besar, ia justru memilih nama karakter fiksi ilmiah tersebut. "For whatever reason, I just said I want to be called Jedi," kata Robinson. Nama panggilan tersebut terus melekat bahkan hingga ia mengenyam pendidikan di sekolah dan berpindah ke klub-klub baru.

"I’ve introduced myself as Jedi at school, at new clubs," kata Robinson.

"That’s just kind of stuck with me now," ujar Robinson. Karakter Robinson yang penuh energi dan berani juga terpancar dari kemampuannya menyelesaikan Rubik's Cube dengan satu tangan secara otodidak serta keahlian melakukan salto belakang yang kerap menjadi selebrasi golnya. "I got asked not to do that again because it was pretty scary and pretty risky," aku Robinson mengenai selebrasi ekstremnya.

Kini fokus penuh sang pemain bertahan diarahkan untuk memimpin lini belakang Amerika Serikat di turnamen akbar yang berlangsung di hadapan publik sendiri.

"It’s real and I’m actually here," kata Robinson. "I finally get to represent my country on the biggest stage," ujar Robinson.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed