Argentina Depak Swiss dari Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Argentina berhasil melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menghadapi perlawanan ketat dari Swiss dalam laga perempat final di Stadion Arrowhead, Kansas City, pada Sabtu, 11 Juli 2026.

Pertandingan berjalan sengit sejak awal ketika Alexis Mac Allister membawa sang juara bertahan unggul lebih dulu lewat sundulan dari umpan sepak pojok Lionel Messi. Swiss kemudian menyamakan kedudukan melalui gol Dan Ndoye yang memanfaatkan sudut sempit, namun tak lama berselang, Swiss harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah kontroversial.

Penyerang Swiss, Breel Embolo, diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua karena dianggap melakukan simulasi. Keputusan tersebut diambil wasit setelah meninjau VAR dan membatalkan kartu kuning yang awalnya diberikan kepada pemain Argentina, Leandro Paredes.

Laga ini menjadi momen penutup bagi Stadion Arrowhead yang telah menggelar enam pertandingan selama turnamen berlangsung. Stadion berkapasitas 76.000 penonton tersebut mencatat total 14 gol dari lima laga sebelumnya, dengan Argentina dan Aljazair sebagai tim yang sempat bermain dua kali di sana.

Piala Dunia 2026 telah memberikan dampak besar bagi Kansas City yang bertindak sebagai tuan rumah. Co-chair kehormatan dewan KC 2026 sekaligus Chairman Chiefs, Clark Hunt, menyampaikan rasa bangganya terhadap atmosfer internasional yang tercipta di kota tersebut.

"The last month has been very special for Kansas City to have a chance to be on the international stage," ujar Clark Hunt, Chairman dan CEO Chiefs.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran para pendukung dari berbagai negara memberikan pengalaman luar biasa bagi warga lokal.

"Getting to see fans from all around the world coming to Kansas City to cheer on their teams … has been amazing," kata Clark Hunt.

Hunt pun menegaskan bahwa kota ini siap kembali mengajukan diri menjadi tuan rumah di masa depan.

"If we have the opportunity to bid, we’ll do it," tutur Clark Hunt.

Lebih dari 310.000 penggemar dari 150 negara memadati FIFA Fan Fest Kansas City selama turnamen. Chief Executive KC 2026, Pam Kramer, menilai kesuksesan ini membuktikan kapasitas kota dalam menyelenggarakan ajang olahraga terbesar di dunia.

"We’ve proven we can handle the biggest sporting competition in the world," ucap Pam Kramer, Chief Executive KC 2026.

Kramer juga menceritakan interaksinya dengan seorang warga lansia setempat yang awalnya skeptis namun akhirnya tersentuh oleh persatuan yang dibawa oleh turnamen ini.

"(He) said, ‘You know, I didn’t know much about soccer before and, I have to tell you, I thought it was maybe going to be overblown, it seemed like much to do about nothing,'" ungkap Pam Kramer.

Ia merasa percakapan tersebut menggambarkan bagaimana sepak bola mampu menyatukan perbedaan masyarakat.

"But what seems to have happened is that people put aside their differences and cheered for the teams for a couple of weeks, and I thought that was so insightful to what has happened here … that will stick with me," tambah Pam Kramer.

Pengamat sepak bola, Nate Bukaty, turut merasakan nostalgia mendalam atas kebersamaan dan koneksi budaya yang terjalin antar suporter selama sebulan penuh di Kansas City.

"Everything I loved about what the game of soccer does has been here for the past month," kata Nate Bukaty, komentator sepak bola.

Ia mengaku sedih karena kemeriahan tersebut harus segera berakhir.

"And that’s the part, I think, more than the soccer itself, that I will cherish. I’m already kind of nostalgic about it and a little sad that it’s almost over," ujar Nate Bukaty.

Bukaty menilai Kansas City telah menjawab keraguan dunia luar dengan sangat baik melalui pelayanan dan antusiasme yang luar biasa.

"The question I heard over and over was, ‘What’s the world going to think of us when they get here?'" tutur Nate Bukaty.

Baginya, kota tersebut telah menunjukkan performa terbaik sebagai tuan rumah global.

"My response was, ‘Is the world ready for Kansas City?’ … I feel like everybody’s been pleasantly surprised with this place. And I think we’ve acquitted ourselves very well," tegas Nate Bukaty.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed