Argentina Tekuk Swiss dan Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Smallest Font
Largest Font

Tim nasional Argentina melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada Minggu pagi WIB, 12 Juli 2026.

Kemenangan tersebut membawa skuad asuhan Lionel Scaloni melangkah ke fase empat besar untuk menghadapi Inggris di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Georgia. Duel klasik penuh sejarah geopolitik tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli mendatang.

Pertandingan perempat final ini diwarnai kartu merah penyerang Swiss, Breel Embolo, pada menit ke-72 akibat menerima kartu kuning kedua karena dinilai melakukan simulasi atau diving. Keputusan tersebut diambil wasit setelah mendapat intervensi dari asisten video wasit (VAR) yang memiliki wewenang baru dalam turnamen ini.

Dilansir dari media Prancis Le Temps, sistem VAR sejak awal Piala Dunia ini dapat digunakan untuk mengoreksi situasi kartu kuning kedua, pemberian sepak pojok, serta identitas pemain yang disanksi. Kehilangan satu pemain membuat momentum Swiss runtuh setelah sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Dan Ndoye pada menit ke-68, merespons gol pembuka Alexis Mac Allister di menit ke-10.

Di babak perpanjangan waktu, Argentina memastikan keunggulan melalui gol dari Julián Alvarez yang memanfaatkan umpan Lionel Messi, disusul oleh gol ketiga dari Lautaro Martínez. Hasil ini memicu kekecewaan mendalam dari kubu Swiss yang merasa dirugikan oleh keputusan pengadil lapangan.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, menyatakan kebanggaannya atas perjuangan tim meski harus menelan pil pahit akibat keputusan kartu merah tersebut.

"Bien sûr que je suis fier de mon équipe, de la manière avec laquelle elle est revenue dans ce match. Nous avions le momentum (après le 1-1). A 11 contre 11, on serait sortis vainqueurs aujourd'hui.

Ca fait très mal. Mais on peut être fier. On s'est battu à un de moins, malheureusement cela n'a pas suffi.

Il n'y avait aucune raison de donner un carton jaune au joueur argentin au départ. Que l'erreur de l'arbitre amène au final une décision en notre défaveur, ça ne fait pas partie du football. Ca fait très mal.

Ca me fait mal pour mes joueurs." kata Murat Yakin, Pelatih Swiss.

Penyerang Swiss, Dan Ndoye, juga mengutarakan emosinya setelah mencetak gol penyeimbang dan menghadapi situasi pengusiran rekan setimnya yang dianggap tidak biasa.

"C'était un moment très spécial de marquer, de revenir comme cela. On sentait dès le début qu'on avait la quality pour gagner. Leur but nous a fait mal.

Ensuite on a beaucoup tenté, on a loupé, puis on a marqué. On se sentait fort après mon but. Mais (l'expulsion d'Embolo) change le cours du match.

On a donné le maximum, on est fier de nous, on ne pouvait pas donner plus. On se sentait vraiment fort. L'expulsion d'Embolo, c'est la première fois que je vois cela.

C'est dur à accepter. Passer d'un jaune pour eux à un jaune pour nous, après toutes les simulations que l'on a vues... On a l'impression d'avoir eu un arbitrage à deux vitesses." ujar Dan Ndoye, Penyerang Swiss.

Kekalahan ini menghentikan langkah bersejarah Swiss, sementara Argentina bersiap menghadapi laga penuh tensi melawan Inggris. Pertandingan semifinal lainnya di Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Prancis dan Spanyol.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed