Arkora Hydro Akuisisi EES dan Bangun Tiga PLTS di Batam

Smallest Font
Largest Font

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memperluas bisnis energi terbarukan di Batam dan Bintan melalui akuisisi saham PT Endorshine Energy Solutions serta pembangunan tiga proyek pembangkit listrik tenaga surya baru pada Kamis (27/8/2026).

Perseroan resmi mengambil alih 100 persen saham EES dari Yang Solar Solutions Pte Ltd melalui anak usahanya, PT Arkora Tenaga Matahari dan PT Arjuna Hidro.

Akuisisi tersebut menambah dua PLTS berkapasitas 21,3 megawatt peak. ARKO juga membangun tiga PLTS baru berkapasitas 34 megawatt peak yang dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai.

Tambahan proyek ini membuat total kapasitas energi terbarukan terkontrak perseroan mencapai 118,1 megawatt, yang terdiri dari enam PLTA dan lima PLTS.

Presiden Direktur ARKO Aldo Artoko menyatakan transaksi akuisisi ini menjadi langkah awal perseroan masuk ke sektor pembangkit energi surya secara komersial.

"Langkah diversifikasi ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memperkuat kontribusi terhadap pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia," ujar Aldo Artoko, Presiden Direktur ARKO.

Sebelum ekspansi ini, perseroan berfokus penuh pada pengoperasian pembangkit listrik tenaga air di berbagai daerah.

"Akuisisi ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk terus memperluas kontribusi Perseroan dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi kami untuk menerangi Indonesia dengan energi terbarukan serta mendukung percepatan transisi energi nasional," kata Aldo Artoko, Presiden Direktur ARKO.

Sementara itu, Direktur ARKO Ricky Hartono menjelaskan tiga proyek PLTS baru dikembangkan melalui anak usaha PT Endorshine Energi Matahari dengan skema sewa operasional.

"Kalau proyek PLTS pertama dan kedua yang baru saja kami akuisisi merupakan aset yang sudah siap beroperasi, kali ini kami akan membangun dari awal. Serta, untuk pertama kalinya kami akan mengintegrasikan BESS ke proyek PLTS tersebut," ujar Ricky Hartono, Direktur ARKO.

Sistem BESS berkapasitas 28,3 megawatt hour tersebut berfungsi menyimpan pasokan listrik tenaga surya pada siang hari untuk disalurkan saat malam hari.

"Ini juga merupakan upaya kami dalam memaksimalkan nilai tambah bagi para pemegang saham serta seluruh mitra kami. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus bertumbuh, baik secara organik maupun anorganik, sekaligus memperluas kontribusi Perseroan dalam penyediaan energi bersih," kata Ricky Hartono, Direktur ARKO.

Pengembangan proyek energi bersih ini ditargetkan mampu mendukung kebutuhan listrik di kawasan industri Batam dan Bintan.

"Ekspansi tersebut diharapkan mendukung percepatan transisi energi nasional dan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060," tegas Ricky Hartono, Direktur ARKO.

Dari sisi analisis pasar, Head of Research Pluang Maju Sekuritas Jason Gozali menilai akuisisi dan ekspansi PLTS mengubah profil bisnis ARKO secara signifikan.

"Langkah tersebut mengubah profil bisnis ARKO. Perseroan kini tidak hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga air, tetapi juga mulai membangun bisnis tenaga surya sebagai mesin pertumbuhan kedua," kata Jason Gozali, Head of Research Pluang Maju Sekuritas.

Kawasan Batam dan Bintan dinilai memiliki prospek cerah seiring tingginya permintaan listrik hijau dari pusat data global. ARKO juga mengantongi potensi proyek lanjutan mencapai lebih dari 300 megawatt.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed