Arsenal Pinjamkan Ethan Nwaneri ke Borussia Dortmund

Smallest Font
Largest Font

Arsenal resmi meminjamkan gelandang muda Ethan Nwaneri ke klub Bundesliga, Borussia Dortmund, setelah masa peminjamannya di Marseille dinilai tidak berjalan optimal. Langkah transfer ini dipandang sebagai keputusan yang jauh lebih matang untuk mematangkan potensi pemain berusia 19 tahun tersebut, sebagaimana dilansir dari Bola.

Pengamat sepak bola Eropa, Andy Brassell, menilai Manajer Arsenal Mikel Arteta belajar dari pengalaman sebelumnya saat melepas Nwaneri ke Marseille. Pada periode tersebut, skema pengembangan sang pemain sempat terganggu akibat kepergian pelatih Roberto De Zerbi dari klub Prancis tersebut.

"Saya pikir Mikel Arteta telah belajar dari kesalahan yang dibuatnya ketika meminjamkan Nwaneri ke Marseille karena dia seperti menaruh harapan kepada De Zerbi," ujar Andy Brassell, Pakar Sepak Bola Eropa.

Brassell menjelaskan bahwa stabilitas Marseille terganggu saat De Zerbi hengkang, padahal sang pelatih awalnya berencana membangun permainan tim di sekitar Nwaneri.

"De Zerbi ingin seorang pemain nomor 10 untuk membangun tim di sekelilingnya, tetapi dia juga berada di situasi yang tidak stabil," kata Brassell.

Menurut Brassell, keputusan menaruh masa depan pemain pada pelatih yang memiliki situasi kurang stabil menjadi risiko yang merugikan Nwaneri.

"Arteta seharusnya menyadari bahwa mengaitkan nasib pemainnya dengan pelatih yang mudah meledak bukanlah keputusan terbaik," ujar Brassell.

Situasi tersebut akhirnya membatasi ruang tumbuh bagi gelandang muda asal Inggris tersebut selama berkarier di Liga Prancis.

"Itu adalah kesalahan dan sedikit merugikan Nwaneri," kata Brassell.

Berbeda dengan situasi di Marseille, Borussia Dortmund dinilai memiliki struktur organisasi dan lingkungan pengembangan pemain yang jauh lebih kondusif di bawah asuhan Niko Kovac.

"Di Dortmund, Niko Kovac berada dalam posisi yang aman dan kondisi yang baik. Ide mereka untuk membuat tim lebih muda dan mengembangkan pemain juga didukung direktur olahraga Ole Book," ujar Brassell.

Faktor atmosfer klub dan kejelasan proyek olahraga membuat Dortmund dinilai mampu memberikan rasa tenang bagi sang pemain.

"Menurut saya, ada keseimbangan dan ketenangan yang lebih besar di Dortmund, meski mereka juga merupakan klub yang sangat besar. Itu seharusnya sangat membantunya," kata Brassell.

Keberadaan para pemain muda lain di skuad Dortmund juga dinilai memudahkan proses adaptasi Nwaneri dibandingkan dengan komposisi skuad Marseille.

"Dia punya banyak pemain muda lain yang bisa cocok dengannya. Ini profil yang sangat berbeda dibandingkan skuad Marseille," ujar Brassell.

Pemain muda yang memegang rekor debutan termuda Premier League pada usia 15 tahun 181 hari itu juga langsung berkontribusi pada gol kemenangan 3-2 Dortmund atas Hoffenheim setelah sempat tertinggal 0-2 pada Sabtu (5/9/2026).

"Di Dortmund situasinya benar-benar berbeda. Mereka memainkan banyak pertandingan, termasuk Liga Champions. Dia akan mendapatkan banyak kesempatan," kata Brassell.

Prospek Nwaneri di Jerman juga didukung keberadaan kompatriotnya, Jobe Bellingham, yang sudah lebih dulu beradaptasi di klub tersebut.

"Saya pikir transfer ini benar-benar akan berhasil untuknya," ujar Brassell.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed